Foto: Penganugerahan film di IPMAFA (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengadakan kompetisi perfilman yang diikuti oleh pelajar dan masyarakat umum.
Sebanyak 127 film masuk dalam ajang perlombaan ini, setelah screening terpilihlah 76 film.
Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA, Isyrokh Fuaidi, mengatakan acara perlombaan film ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas di perfilman sebagai ajang kreativitas generasi muda di level lokal hingga nasional.
Ratusan peserta berasal dari siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mahasiswa, dan pelaku rumah produksi.
“Ini agenda rutin tiap tahun dilakukan di Prodi KPI untuk memperkuat kualitas di dunia broadcasting sebagai ajang lomba adu kreativitas sebagai nasional dan lokal. Peserta diikuti dari sekolah dan production house, baik dari Pati maupun luar daerah Pati,” terangnya saat penyerahan hadiah pemenang lomba.
Animo peserta sangat tinggi, bahkan tahun ini peserta lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, kreativitas Generasi (Gen) Z di dunia perfilman sangat tinggi di era perkembangan teknologi.
“Animo peserta lebih banyak tahun ini, mungkin Gen Z saya kira mempengaruhi. Ke depan saya harap animo lebih besar lagi, levelnya bukan hanya nasional tapi internasional,” sebutnya.
Acara hari ini bertemakan “Sinema Anak Bangsa”.
Dalam kegiatan menghadirkan dua juri lomba perfilman yakni Fajar Adhi Kurniawan dan Dhanang Hery Wibisono.
“Yang memang ada beberapa kategori pelajar dan umum, yang umum judulnya ‘Kodok Ning Jero Batok’, kisahnya relate dengan masyarakat. Yang juara tadi menggambarkan ada kondisi masyarakat yang mungkin tidak ideal bagi kita,” ungkap salah satu juri, Dhanang saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, film juara sangat menyuguhkan drama yang memukau, seperti kondisi di kejadian nyata.
Banyak kisah yang dipetik dari film Kodok Ning Jero Batok.
“Ada seorang anak yang ditanya cita-cita bingung karena lingkungan sekitarnya macam-macam seperti perselingkuhan, bapaknya pengedar narkoba, dia bingung mau jadi apa,” tuturnya.
Ia berharap, lomba perfilman ini memberikan alternatif tontonan yang berkualitas untuk masyarakat.
Apalagi, saat ini banyak masyarakat yang gemar menonton tayangan media sosial (medsos).
“Semoga memberikan alternatif pilihan tontonan untuk masyarakat karena saat ini masyarakat suka nonton medsos yang kurang berkualitas. Semakin banyak film berkualitas, maka tontonan masyarakat juga semakin berkualitas,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar