Pemkab Pati Gelar Dialog Antar Umat Beragama, Wujudkan Kondusifitas dan Kebhinekaan hingga Tingkat Desa

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Jul 2026 16:32 0 38 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati mengajak organisasi lintas agama dan penganut aliran kepercayaan merajut kebhinnekaan dengan dialog bersama di Pendopo Kantor Bupati Pati, Rabu, 1 Juli 2026.

BHAYANGKARA 80

Forum itu mengajak seluruh peserta berdiskusi menyampaikan berbagai pesan untuk kenyamanan dalam menjalankan umat seluruh pemeluk agama di Bumi Mina Tani.

“Kami mengadakan dialog antar umat beragama dalam rangka menjaga kondusifitas Kabupaten Pati, bertemakan ‘Indahnya Perbedaan Antar Umat Beragama Berbingkai Kebhinnekaan’. Kita harapkan semuanya sama-sama di Kabupaten Pati agar semakin aman, tentram, kondusif, dan sejahtera,” ungkap Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum saat memandu acara tersebut.

Berbagai organisasi keagamaan dan perkumpulan penghayatan kepercayaan hadir antusias.

Mereka difasilitasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan keberlangsungan ibadah.

“Ini dari berbagai pemeluk agama yang berbeda-beda, ataupun organisasi intern agama masing-masing. Ormas (Organisasi Keagamaan) kami undang, di sini juga ada penganut kepercayaan dengan tujuan menyamakan persepsi agar semuanya mendukung program Pemerintah Kabupaten Pati,” paparnya.

Usai kegiatan dialog ini, sinergi antara Badan Kesbangpol Kabupaten Pati dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) semakin kuat.

Mereka akan mengunjungi organisasi-organisasi atau perkumpulan lintas agama di Bumi Pesantenan.

Ketua FKUB Kabupaten Pati, Ahmad Manhajussidad Shonhaji mengapresiasi adanya forum dialog lintas agama tersebut.

Langkah ini untuk meredam tensi sosial masyarakat di Kabupaten Pati yang kian hari semakin tegang.

“Ini positif karena FKUB punya tugas menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama, jangan sampai ada kerawanan yang bernuansa apapun mengatasnamakan agama. Banyak gejolak di Pati, dari FKUB dan Pemda (Pemerintah Daerah) Pati senantiasa menjaga dinamika yang menyentuh keberagaman kita,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Alokasi Dana Rp18,4 Miliar Disiapkan untuk Guru Agama di Rembang

Kendati demikian, ia tak ingin isu politik yang mendera di Kabupaten Pati menunggangi isu agama.

Ia menilai fenomena itu sangat berbahaya.

“Meski ada gejolak, jangan sampai isu bukan esensinya tentang agama menunggangi isu lainnya. Sangat berbahaya,” terangnya.

Diketahui, FKUB Kabupaten Pati memiliki jaringan di desa-desa untuk menginternalisasi nilai-nilai toleransi.

Langkah itu untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang memecah belah umat.

Oleh sebab itu, FKUB memiliki Lumbung Kerukunan Umat Beragama (LKUB) di desa-desa.

“Dengan road map ini, FKUB Pati di 2025 mendapat Harmony Award tingkah nasional. Kegiatan FKUB bisa mengantisipasi dan mendeteksi dini kerawanan sosial,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini