Inilah Suka Duka Perserta Ujian Seleksi Calon Perangkat Desa Saat Ikuti Tes CAT


SEMARANG – Mondes.co.id | Ujian seleksi calon Perangkat Desa Kabupaten Pati selesai digelar dengan penyelenggara Universitas Stikubank (Unisbank). Bertempat di Auditorium Hotel UTC Convention Gajah Mungkur, Semarang. Pada Sabtu, (16/04/2022).

Pelaksanaan di mulai sejak pukul 09.00 WIB hingga 14.30 WIB dengan dua session. Peserta yang berjumlah 706, Laki laki dan Perempuan guna mengisi 187 formasi yang di ikuti 90 Desa mengajukan Pengisian perangkat.

Namun praktiknya, ada hal yang menarik perhatian dan unik. Pasalnya, perserta dari Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, yang mengisi lima formasi, tidak ada satupun calon yang lulus ujian. Begitu pula perserta dari Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, tiga formasi yang di isi yakni Kaur Perencanaan, juga tidak ada satupun calon perangkat desa yang lulus ujian.

Hal Ini bisa dilihat secara langsung saat passing grade berjalan. Setelah 100 soal dengan pertanyaan metode pilihan ganda terselesaikan. Semua peserta tidak ada yang mendapatkan nalai 50 sebagai syarat lulus ujian.

Dari kejadian itu, menuai komentar dari peserta seleksi perangkat desa, salah satunya Rhisun Peserta dari Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso menilai bahwa soal ujian sistem CAT (Computer Assesment Test) menurutnya tidak terlalu sulit dan juga tidak mudah.

“Pertanyaannya gampang – gampang angel mas, harus banyak belajar tentang pemerintahan,” ujarnya, dikutip dari unewsone.net.

Sementara, A’an Peserta dari Desa Gebang Kecamatan Gabus, menyampaikan bahwa soal agak sulit apalagi terlihat timer di komputer bikin semakin memeras pikiran karena berpacu dengan waktu.

“Agak sulit mas, tapi Alhamdulillah dapat nilai cukup baik, walaupun harus berpacu dengan waktu. Harus menyelesaikan 100 soal dengan waktu 90 menit,” ungkap A’an.

Masih ditempat yang sama, ada peserta yang merasa dirugikan oleh pihak panitia. Karena penjelasan panitia tidak sesuai apa yang dikerjakan. Hal ini seperti yang dialami Sari salah satu peserta dari Desa Sambirejo, Kecamatan Gabus, dirinya mengeluh merasa dirugikan.

“Panitia menjelaskan bahwa soal PPKN berjumlah 13 pertanyaan ternyata ada 26 pertanyaan yang muncul. Kemudian jawaban saya rubah, tetapi di tabel tidak bisa berubah. Ya nilai saya jadinya berkurang walupun jawaban saya benar,” keluh Sari.

Dari berbagai komentar dan ungkapan para peserta seleksi dan tentu masih banyak lagi peserta yang mengalami hal serupa. Akan tetapi tidak berani mengutarakan. Tentu ini akan berdampak pada salah satu pihak yang dirugikan.

(Dn/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.