Foto: pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD APPSI Kabupaten Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing pasar rakyat di tengah era digital.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mendukung penuh penguatan peran Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Jepara periode 2026–2031.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD APPSI Kabupaten Jepara di Maribu Resto, Senin (8/6/2026) malam.
Mengusung tema “Reorganisasi dan Konsolidasi APPSI Kabupaten Jepara dalam Memperkuat Peran Pedagang Pasar yang Berdaya dan Berkelanjutan”, sebanyak 13 pengurus inti APPSI Jepara resmi dilantik oleh Ketua Harian DPP APPSI, Don Muzakir.
Prosesi ditandai dengan penyerahan bendera pataka organisasi kepada Ketua DPD APPSI Jepara terpilih, Nur Kholis.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, Gus Hajar mengapresiasi pelantikan ini dan berharap APPSI mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan ekonomi daerah.
Ia membeberkan data bahwa perekonomian Kabupaten Jepara pada tahun 2025 tumbuh positif sebesar 5,41%.
Sektor perdagangan sendiri menjadi motor penggerak penting dengan kontribusi sebesar 16,44% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jepara, serta mencatatkan pertumbuhan mandiri di angka 6,64%.
“Jika industri pengolahan menjadi tulang punggung ekonomi Jepara dengan kontribusi 33,61 persen, maka pasar rakyat adalah denyut nadinya. Di pasar rakyat, hasil produksi bertemu dengan kebutuhan masyarakat, dan ekonomi kerakyatan tumbuh setiap hari,” ujar Gus Hajar.
Di hadapan ratusan pedagang yang hadir, Wakil Bupati mengingatkan bahwa pola belanja masyarakat telah bergeser secara masif ke arah digital.
Namun, ia meminta para pedagang pasar tradisional tidak berkecil hati atau menganggap teknologi sebagai musuh.
“Hari ini konsumen banyak berbelanja melalui marketplace dan platform digital. Kondisi ini bukan ancaman, melainkan peluang. Pedagang pasar perlu mulai memadukan pelayanan fisik dengan pemasaran digital untuk memperluas pasar,” jelasnya.
Menurut Gus Hajar, pedagang pasar tradisional memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki online shop (penjual daring) murni.
Seperti kepemilikan kios fisik, kepastian ketersediaan barang secara langsung, serta ikatan kepercayaan pelanggan yang kuat yang telah dibangun bertahun-tahun.
Selain mendorong digitalisasi, Pemkab Jepara saat ini tengah memperjuangkan perbaikan infrastruktur perdagangan lokal.
Gus Hajar memohon dukungan dari seluruh elemen APPSI terkait langkah pemerintah daerah yang sedang mengusulkan revitalisasi untuk 16 pasar rakyat di Jepara melalui pendanaan APBN dari Kementerian Perdagangan RI.
Sebagai timbal balik, Pemkab Jepara berharap APPSI dapat menjadi motor penggerak dalam menyukseskan program-program modernisasi pasar dari pemerintah, termasuk penerapan e-retribusi (retribusi elektronik), serta pengelolaan sampah pasar yang lebih bersih dan sehat.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting.
Di antaranya, Staf Ahli Bupati Farikhah Elida, Kepala Disperindag Anjar Jambore Widodo, Ketua DPW APPSI Jateng H. Suwanto, Wakil Ketua DPRD Jepara Arizal Wahyu Hidayat, serta kepala OPD terkait lainnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar