Foto: Kondisi ruas jalan di sebelah barat RSUD Kayen terkini (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Pengerjaan bahu jalan di barat RSUD Kayen, tengah menjadi sorotan masyarakat.
Terlihat kondisi bahu jalan yang telah dipadatkan namun pengerjaan tak sampai tuntas.
Masyarakat menyebut, pekerjaan tidak dilanjutkan dan mengaku memperoleh informasi bahwa anggaran proyek telah habis, sehingga pelaksanaan pekerjaan menunggu arahan dari atasan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati menjelaskan, perubahan penanganan bahu jalan tepat di sisi barat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayen merupakan hasil penyesuaian perencanaan menyusul kenaikan harga material konstruksi yang terjadi di tengah proses pengadaan.
Menanggapi informasi yang beredar, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menjelaskan kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari perubahan perencanaan teknis akibat kenaikan harga material, bukan karena pekerjaan dihentikan di tengah jalan.
Menurut Hasto, penanganan ruas Jalan Kawedanan Kota Kayen di sisi barat RSUD Kayen pada awalnya diusulkan dengan anggaran sebesar Rp1,25 miliar.
Pada tahap perencanaan, seluruh bahu jalan dirancang menggunakan konstruksi beton.
Namun, di tengah proses perencanaan terjadi penyesuaian harga material, terutama beton, sebagai dampak naiknya harga solar industri.
Kenaikan tersebut dipengaruhi situasi geopolitik internasional, termasuk konflik antara Iran dan Amerika Serikat, sehingga harga satuan pekerjaan ikut mengalami peningkatan.
“Awalnya seluruh bahu jalan direncanakan menggunakan beton. Setelah dilakukan penyesuaian harga, anggaran yang tersedia tidak lagi mampu mengakomodasi seluruh pekerjaan apabila spesifikasi awal dipertahankan,” ujar Hasto di ruang kerjanya pada Rabu, 1 Juli 2026.
DPUTR Kabupaten Pati melakukan perubahan desain agar target penanganan ruas jalan sepanjang 330 meter tetap dapat terealisasi.
Sebagian bahu jalan tetap menggunakan beton, sedangkan bagian lainnya dialihkan menggunakan agregat kelas A.
Hasto menjelaskan, bahu jalan yang menggunakan beton memiliki panjang sekitar 170 meter di sisi kiri dan kanan jalan.
Sementara, ruas lainnya menggunakan agregat kelas A yang tetap berfungsi sebagai bahu jalan.
Pada bagian yang dibeton juga ditambahkan agregat kelas A selebar sekitar 25 sentimeter di bagian tepi untuk menutup celah, sehingga lebih aman dilalui kendaraan.
Menurutnya, penggunaan agregat kelas A merupakan solusi teknis agar seluruh ruas jalan tetap tertangani sesuai kemampuan anggaran.
Jika seluruh bahu jalan dipaksakan menggunakan beton, maka panjang penanganan tidak akan mencapai target yang telah direncanakan.
“Agregat kelas A tetap memiliki fungsi sebagai bahu jalan, memang secara tampilan beton lebih rapi dan lebih awet, tetapi agregat juga dapat memberikan keamanan bagi pengguna jalan. Seiring waktu apabila terjadi penipisan, kami dapat melakukan pemeliharaan,” katanya.
Ia menambahkan, survei lapangan telah dilakukan pada Januari hingga Februari.
Namun pelaksanaan pekerjaan baru dapat diproses setelah dilakukan penyesuaian harga, serta menunggu tahapan asistensi.
Proyek mulai berkontrak pada 25 Mei 2025, pekerjaan dimulai 27 Mei 2025, dan telah selesai pada Juni sesuai perencanaan yang telah direvisi.
Ke depan, apabila kemampuan anggaran daerah mencukupi, DPUTR Kabupaten Pati akan mengusulkan pembetonan seluruh bahu jalan tersebut melalui anggaran tahun 2027 agar konstruksi menjadi lebih rapi dan memiliki daya tahan yang lebih panjang.
Pekerjaan penanganan ruas Jalan Kawedanan Kota Kayen tersebut dilaksanakan oleh CV Surya Duta Perkasa sesuai kontrak pekerjaan yang telah ditetapkan.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar