Foto: Sosialisasi Online Seri-5 (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian (Kementan) yang berkantor di Jaken, Rina Kartikawati, merekomendasikan sejumlah varietas padi yang dinilai sesuai dikembangkan di lahan pesisir terdampak salinitas atau intrusi air laut.
Rekomendasi tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Online Seri-5 bertajuk Tantangan dan Peluang Budidaya Padi di Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah yang digelar secara daring, kemarin.
Dalam paparannya, Rina menjelaskan bahwa pemilihan varietas menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas padi di kawasan pesisir.
“Setiap varietas memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi agroekosistem,” ujarnya.
Untuk lahan pantai yang terdampak salinitas, BRMP merekomendasikan varietas Inpari 34, Inpari 35, Biosalin 1, dan Biosalin 2.
“Varietas tersebut memiliki kemampuan beradaptasi lebih baik terhadap kondisi tanah dengan kadar garam yang tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, varietas Unsoed 79 Agritan disebut cocok dikembangkan di lahan sawah yang mengalami cekaman salin pada fase bibit.
Sementara Biosalin 1 dan Biosalin 2 memiliki tingkat toleransi yang baik terhadap cekaman salinitas pada fase awal pertumbuhan.
Adapun untuk lahan irigasi dataran rendah yang rawan banjir, BRMP merekomendasikan penggunaan varietas Inpari 30 dan Inpari 32.
Sedangkan varietas Ciherang masih sesuai dibudidayakan pada lahan non-salin di musim hujan maupun kemarau.
“Pemilihan varietas yang tepat merupakan salah satu strategi adaptasi yang dapat diterapkan petani untuk menghadapi tantangan perubahan kondisi lingkungan di kawasan pesisir,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar