Petani Tembakau Pati Mulai Perawatan Intensif dengan Penyiraman dan Pemupukan

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Jun 2026 14:51 0 33 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Petani di Kabupaten Pati mulai budi daya tembakau sebagaimana yang dilakukan di Kecamatan Jakenan.

BHAYANGKARA 80

Mereka mulai menanam tembakau varietas nori sejak akhir Mei hingga Juni 2026.

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jakenan, Cholil Anwar, menyampaikan sebanyak 228 petani mulai merawat tembakau.

Terpantau, para petani tengah melakukan penyiraman dan pemupukkan.

Penyiraman dilakukan sejak hari pertama setelah tanam sampai ke-45 hari setelah tanam (hst).

Dalam pemupukan, dilakukan tiga kali dalam sepekan.

“Jumlah petani tembakau di Jakenan ada 12 kelompok, jika ditotal keseluruhan sebanyak 228 petani. Penyiraman dilakukan umur 1 hst sampai 45 hst, dilakukan dua hari sekali. Pemupukkan seminggu tiga kali,” terangnya kepada Mondes.co.id, Selasa, 30 Juni 2026.

Pupuk yang cocok untuk tembakau di antaranya ZA, SP 36, dan ZK.

Idealnya, dalam satu hektare membutuhkan 450 kilogram ZA, 100 kilogram SP 36, dan 150 kilogram ZK.

“Untuk pemupukan tanaman tembakau per luas satu hektare ZA sebanyak 450 kilogram, SP 36 sebanyak 100 kilogram, ZK sebanyak 150 kilogram. Perawatan seminggu hst dengan sistem tugal, kemudian dengan sistem kocor di 20 sampai 25 hst maupun 35 sampai 40 hst,” jelasnya.

Sebagai informasi, luas lahan tembakau di Kecamatan Jakenan saat ini mencapai 161 hektare.

Tersebar di Desa Jakenan 27 hektare, Desa Plosojenar 7 hektare, Desa Dukuhmulyo 25 hektare, Desa Tanjungsari 6 hektare, Desa Sidomulyo 25 hektare, Desa Karangrejo Lor 26 hektare.

Kemudian, Desa Mantingan Tengah 9 hektare, Desa Tondokerto 10 hektare, Desa Sembaturagung 8 hektare, Dess Puluhan Tengah 4 hektare, Desa Jatisari 12 hektare, dan Desa Tambahmulyo 2 hektare.

BACA JUGA :  Seratusan PNS di Pati Diambil Sumpah Janji

Petani menggunakan beberapa sarana dan prasarana untuk merawat tembakau.

Di antaranya memakai traktor roda empat, cultivator, hingga karung goni.

“Sarana-prasarana untuk petani tembakau seperti traktor roda empat, cultivator, pompa air sibel, paralon, selang, blung, cangkul, angkong, mesin perajang, para-para, karung goni, dan alat bal atau kotok,” sebutnya.

Petani tembakau diprediksi akan panen pada Agustus sampai Oktober 2026 mendatang.

Menurutnya, biasanya petani mampu memanen tembakau hingga 2,3 hektare.

“Prediksi panen bulan Agustus mulai panen sampai Oktober. Rata-rata hasil panen per hektare 2 sampai 2,3 ton,” ungkapnya.

Petani tembakau di Kecamatan Jakenan menjalin jejaring kemitraan dengan PT Sadhana Arifnusa.

Mereka menjual hasil panen kepada mitra tersebut dengan harga sesuai grade.

“Harga tergantung grade F1, F2, F3, P1, P2, P3, S1, S2, S3, SSP. Dijual ke Sadhana Arifnusa,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini