Bersumber Dari Dana Desa, Bantuan Jambanisasi Desa Karaban Dipertanyakan

waktu baca 2 menit
Jumat, 11 Jun 2021 01:29 0 260 mondes

PATI-Mondes.co.id| Penerima bantuan keuangan untuk jambanisasi Desa Karaban Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2020, sebanyak 37 keluarga miskin (gakin) hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

Pasalnya dana desa (DD) yang dianggarkan ditahun 2020 mengalami keterlambatan, dan akan dilaksanakan tahun 2021 di bulan Juni.
Pemdes Karaban telah mengalokasikan dana sebesar 37 juta untuk jambinanisasi. Sementara dari data yang dihimpun awak media penerima jambanisasi tahun 2020 dari 37 penerima baru terealisasi 21 warga, dan 16 lainnya belum menerima.

Sementara, Kepala Desa Karaban Kusnan saat dikonfirmasi awak media melalui telepon whatsapp, mengatakan, bahwa bantuan jambanisasi sudah dibagikan semua, bahkan awak media untuk mengecek langsung ke warganya.

“Bantuan sudah dibagikan tadi pagi, dan bisa langsung dicek kepada penerima manfaat,” kata Kusnan. Pada, Kamis (10/6/2021).

Lebih lanjut, guna membuktikan jawaban Kades Kusnan, awak media mendatangi warga penerima manfaat. Yaitu Sami, warga Rt.04 Rw.05 ini mengatakan, sampai saat ini belum menerima bantuan jambanisasi yang di berikan Pemdes.

“Sampai saat ini saya belum mendapatkan uang 1 juta pak, setau saya pemberitahuan akan mendapat bantuan jambanisasi itu sudah lama, saya dengar uang itu tidak diberikan tapi dibelanjakan untuk beli suling sebanyak 2 buah,” ungkap Sami, Kamis (10/6) sore.

Ditempat yang sama Kartono, juga mengatakan hal serupa kepada awak media, dirinya mengaku sudah menghadiri undangan untuk yang ke 3 kalinya dengan pembahasan yang sama.

Baca Juga:  Kedatangan Bruno Casimir Bakal Perkokoh Lini Belakang Persipa Pati

“Saya sudah merasa capek pak kalau dikasih ya alhamdulillah kalau tidak ya nggak papa karena saya selaku orang kecil tidak berani berkomentar banyak saya takut disalahkan,” imbuhnya.

Ditambahkan Kartono, dirinya mengaku belum menerima bantuan jambanisasi sebesar 1 juta, yang rencananya akan diberikan berupa barang.

“Keterlambatan penyaluran bantuan jambanisasi membuat kecewa para warga, bahkan banyak warga bertanya-tanya tentang pengelolaan keuangan desa selama Tahun 2020,” tandasnya.

(Dony/Mondes)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini