Gagal Penalti, Persijap Kalah Tipis 1-0 Atas Tuan Rumah Dewa United

waktu baca 3 menit
Kamis, 30 Apr 2026 11:02 0 61 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Drama mendebarkan mewarnai pekan ke-30 BRI Super League saat Dewa United sukses menundukkan tamunya, Persijap Jepara.

Persijap ditundukkan dengan skor tipis 1-0 di Banten International Stadium, Rabu (29/4/2026) malam.

Laga berintensitas tinggi ini diputuskan oleh pahlawan di bawah mistar gawang dan petaka penalti di detik-detik akhir pertandingan.

Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka.

Skuad Persijap sempat menebar ancaman serius lewat pergerakan Borja Herrera.

Di sisi lain, Dewa United merespons tajam melalui peluang berbahaya dari Egy Maulana Vikri dan Johnathan Pereira.

Namun, penampilan cemerlang kiper Sendri Johansyah berhasil mengamankan gawangnya, membuat papan skor tetap kacamata, hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, petaka menghampiri kubu tim tamu.

Wasit menunjuk titik putih untuk Dewa United, setelah Wahyudi Hamisi dinilai melakukan handball saat mencoba menghalau tembakan.

Alex Martins yang maju sebagai algojo pun tak menyia-nyiakan kesempatan.

Eksekusinya yang tenang, sukses merobek jala gawang Persijap, membawa tuan rumah memimpin 1-0.

Tertinggal satu gol, Persijap merespons dengan menaikkan intensitas serangan.

Peluang emas datang dari Iker Goarrotxena pada menit ke-78.

Namun, tembakannya secara gemilang digagalkan oleh kiper Dewa United, Sonny Stevens, yang tampil sangat disiplin mengawal pertahanannya malam itu.

Puncak ketegangan terjadi di masa injury time, tepatnya pada menit 90+8.

Harapan Persijap untuk menyelamatkan poin mendadak terbuka lebar saat wasit memberikan hadiah penalti, sebuah kesempatan terakhir di ujung tanduk.

Carlos Franca maju memikul beban berat sebagai eksekutor.

BACA JUGA :  Wah! Ribuan ASN di Pati akan Peroleh Bantuan Rumah Subsidi

Nahas, tembakannya berhasil dibaca dan ditepis oleh Sonny Stevens.

Bola rebound yang memantul kembali disambar oleh Franca, tetapi secara heroik sang kiper kembali mementahkan bola tersebut.

Dua peluang emas dalam satu tarikan napas terbuang sia-sia.

Skor 1-0 untuk kemenangan Dewa United pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil pahit ini membuat posisi Persijap Jepara makin kritis.

Mereka tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin, belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.

Sebaliknya, tambahan tiga poin mendongkrak posisi Dewa United ke urutan ketujuh dengan 47 poin, semakin mengukuhkan pijakan mereka di papan tengah.

Laga ini menjadi bukti nyata bahwa dalam sepak bola, efisiensi adalah segalanya.

Dewa United sukses memaksimalkan satu momentum krusial, sementara Persijap harus tertunduk lesu karena gagal mengonversi peluang emas di penghujung laga.

Sebuah detail kecil yang memberikan konsekuensi masif di fase krusial akhir musim.

Masih ada sisa laga yang harus dijalani Persijap Jepara.

Mereka harus mampu memaksimalkan poin agar tidak jatuh ke zona degradasi.

Diberitakan sebelumnya, Pelatih Persijap, Mario Lemos, menegaskan pentingnya perubahan taktik yang radikal.

Meski Laskar Kalinyamat baru saja meraih tren positif saat menumbangkan Bhayangkara FC, Semen Padang, dan PSBS Biak, Lemos memilih untuk menyimpan strategi tersebut dan meracik formula baru.

“Dewa United adalah tim yang bagus. Jadi, kami harus mempersiapkan tim dengan cara berbeda,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.

Lemos memberikan perhatian khusus pada kemampuan Dewa United dalam mendominasi penguasaan bola.

Baginya, membiarkan Dewa United memegang kendali permainan adalah kesalahan fatal.

Mengingat kualitas individu pemain lawan yang mampu mengubah alur pertandingan dalam sekejap.

BACA JUGA :  Rawan Terbakar, Sepeda Listrik Masih Menjadi Alat Transportasi Pilihan Masyarakat

“Dewa United sangat kuat ketika mendominasi ball possession. Selain itu, para pemainnya memiliki kualitas individu yang mumpuni untuk memenangkan pertandingan secara dramatis,” tambahnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini