Foto: Penandatanagan MoU dalam gelaran FKP di aula Rupatama Mapolres Trenggalek (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Guna mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat, Polres Trenggalek gelar Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Selasa, 19 Mei 2026.
Hal tersebut merupakan salah satu upaya nyata Polri di wilayah Bumi Menak Sopal agar kualitas fasilitasi publik benar-benar prima.
Untuk itulah, dalam kegiatan ini tidak hanya melibatkan personel dari satuan fungsi internal.
Namun, juga menghadirkan berbagai unsur, baik dari kalangan akademisi, awak media, tokoh muda, dan pengusaha.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki saat membuka acara, menyampaikan jika pada prinsipnya seluruh kegiatan kepolisian merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Namun demikian, terdapat beberapa satuan kerja yang secara lebih spesifik memang memiliki unit pelayanan bersifat administratif.
Seperti pada SPKT, SKCK, Satpas SIM, Regident, pelayanan Satreskrim, Tahti, dan yang kini sedang digencarkan adalah call center 110.
“Saat sekarang, benar-benar diupayakan agar layanan 110 bisa dikenal luas oleh publik. Itu dimaksudkan untuk memberikan respons cepat terhadap segala laporan dan aduan masyarakat. Sekaligus sebagai layanan darurat yang membutuhkan bantuan kepolisian,” sebutnya, di Aula Rupatama Mapolres Trenggalek.
Dikatakan oleh AKBP Ridwan, bahwa selama 3 tahun berturut-turut, pihaknya telah mendapatkan pengakuan dengan predikat pelayanan prima.
Itu merupakan bentuk implementasi komitmen dan konsistensi jajaran Polres Trenggalek dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
“Melalui forum ini, kami berharap bisa mendapatkan feedback, sekaligus masukan komprehensif terkait dengan implementasi pelayanan yang kami berikan,” ujar Kapolres.
Demi mewujudkannya, lanjut dia, kepada masing-masing satuan kerja yang membidangi pelayanan publik, akan memaparkan terkait bidang tugas.
Yakni tentang mekanisme kerja berikut regulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan, serta hak dan kewajiban dari aspek petugas maupun masyarakat.
“Masing-masing Satker memaparkan berbagai hal termasuk regulasi, mekanisme, SOP, hak maupun kewajiban dari sisi petugas serta masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu akademisi yang juga merupakan dosen STKIP Trenggalek, Wawan Prasetyo, menyampaikan pujian atas kemudahan dan fasilitas layanan pada beberapa fungsi di Polres Trenggalek yang dinilai cukup memadai.
Dari waktu ke waktu, pelayanan sudah semakin baik, sehingga memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
“Harapan saya, kualitas pelayanan yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi ke depannya,” ungkap Wawan.
Pun begitu, akademisi ini juga sempat menyoroti maraknya penggunaan knalpot brong (bising) karena dinilai sangat mengganggu.
Kemudian, masih sering terjadi pelanggaran oleh pengguna jalan di seputar traffic light, sehingga menjadi sumber keresahan di tengah masyarakat.
“Kami berharap adanya peningkatan pengawasan, pembinaan, maupun edukasi sebagai bagian dari pelayanan publik,” harapnya.
Senada, perwakilan wartawan, Heru Wijaya, juga memberikan apresiasi atas ketersediaan fasilitasi bagi warga berkebutuhan khusus yang cukup lengkap.
Mulai dari jalur khusus, toilet bagi difabel, hingga papan petunjuk braile, sehingga benar-benar membantu.
“Beberapa teman difable sangat terbantu. Mungkin perlu juga disiapkan personel yang secara khusus melayani saudara-saudara kita dengan kebutuhan khusus tersebut,” pungkas Heru.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar