Bulog Salurkan Jagung SPHP ke Peternak Unggas Pati, Target 1,9 Ribu Ton Setahun

waktu baca 3 menit
Selasa, 19 Mei 2026 16:17 0 323 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyalurkan jagung Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak unggas.

gempur rokok ilegal rembang

Pada kesempatan ini, Bulog Kanwil Jateng bersama Bulog Kantor Cabang (Kancab) Pati melaunching penyaluran jagung SPHP untuk peternak unggas di Kabupaten Pati, hari ini, Selasa, 19 Mei 2026.

Penyerahan jagung ke peternak secara simbolis bertempat di Gudang Bulog Bumirejo.

Dilakukan langsung oleh Pemimpin Wilayah (Pinwil) Bulog Jateng Sri Muniati bersama Pemimpin Cabang (Pinca) Bulog Pati Ashville Nusa Panata, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pati Teguh Widyatmoko.

Hadir pula Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Ratri Wijayanto dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati Wahyu Setyawati.

Sri Muniati menyampaikan bahwa Bulog Jateng menyalurkan jagung SPHP untuk pakan ternak sebanyak 36.723 ton di empat wilayah Bulog.

Antara lain, Bulog KC Semarang, Bulog KC Tegal, Bulog KC Surakarta, dan Bulog KC Pati.

Untuk wilayah kerja Bulog KC Pati, terdapat tiga kabupaten yang disasar, yakni Kabupaten Blora, Jepara, dan Pati.

Per hari ini, Bulog Kanwil Jateng telah menyalurkan jagung SPHP ke wilayah Bulog KC Pati sebanyak 360 ton dari total target 2.516 ton dalam setahun.

Khusus di Kabupaten Pati, telah disalurkan 300 ton dari total target 1.984 ton dalam setahun.

“Pelepasan cadangan jagung pemerintah untuk peternak di jepara, blora dan pati, seluruh jagung yang kami salurkan dari Bulog Cabang Pati 2.516 ton untuk 174 peternak. Di kabupaten Pati mayoritas dengan jatah paling banyak dengan total jagung SPHP 1.984 ton untuk 152 peternak,” sebutnya saat menyerahkan jagung SPHP kepada Koperasi Ternak Unggas Sumber Rezeki.

BACA JUGA :  Bawaslu Pati Maksimalkan Waskat

Ia menerangkan, tujuan pengadaan jagung SPHP ini dengan harga terjangkau, bertujuan untuk kebutuhan pakan pokok ternak unggas, khususnya ayam petelur.

Penyaluran ini diberikan melalui koperasi-koperasi peternakan unggas setiap wilayah kerja Bulog, termasuk di Kabupaten Pati.

“Kami menyalurkan dari stok cadangan jagung pemerintah sampai akhir tahun kepada peternak ayam petelur, khususnya di wilayah Bulog Kantor Cabang Pati. Jagung-jagung ini diserap dari pertanian lokal,” ungkapnya.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Kancab Pati, Ashville Nusa Panata, juga menyampaikan informasi terkait harga tebus jagung di gudang Bulog.

“Harga tebus sesuai ketentuan yakni Rp5.000 per kilogram oleh koperasi. Dan harga penjualan maksimal dari koperasi ke peternak yang terdaftar yakni Rp5.500 per kilogram,” paparnya ketika diwawancarai awak media.

Harga ini lebih murah dibandingkan harga yang biasa langsung dirasakan oleh peternak ketika membeli jagung bukan SPHP.

Harga itu mencapai Rp6.300 per kilogram sampai Rp6.600 per kilogram.

Tentu, peternak senang dengan adanya jagung cadangan pemerintah ini, mengingat harganya jauh lebih murah.

“Harapan kami, cadangan jagung pemerintah membantu peternak memenuhi kebutuhan bahan baku dan bisa meringankan beban produksi bahan baku bagi peternak. Mudah-mudahan jagung SPHP berguna, sehingga mereka mendapatkan bahan pakan ternak yang lebih murah,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Sekda Pati, Teguh Widyatmoko, menerangkan produktivitas jagung di Bumi Mina Tani cukup potensial.

Apalagi, di wilayah Kabupaten Pati bagian selatan sangat banyak komoditas tersebut.

“Pati jadi sentra jagung ada di Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Pucakwangi jadi penyangga jagung yang merata. Ini bukti kontribusi Perum Bulog untuk merespons terkait kebutuhan jagung,” ujarnya dalam sambutan.

Ia berharap, peran Bulog semakin optimal dalam memeratakan kebutuhan pasokan jagung di Bumi Pesantenan.

BACA JUGA :  Awas, Jalur Pantura Juwana-Pati Macet Sepanjang 5 Kilometer

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini