Foto: Kondisi sapi di peternakan (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Kebutuhan akan hewan sapi menjelang Iduladha cukup tinggi.
Bahkan, ternak ini didatangkan dari jauh untuk amalan kurban setiap tahunnya.
Kabupaten Pati termasuk salah satu daerah penyumbang sapi yang besar di Indonesia.
Setiap tahun, ada puluhan ribu hingga ratusan ribu ekor sapi yang dikirim ke berbagai daerah untuk kebutuhan kurban Iduladha.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, populasi sapi di Kabupaten Pati terkini berada di angka 58.000 ekor.
Jumlah ini dikatakan turun, karena sebelumnya jumlah populasi mencapai kisaran 100.000 ekor.
“Kita populasi cenderung turun, kini 58 ribu, tetapi untuk kebutuhan kurban saya jamin cukup di Pati. Sebelum ada PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) ada 100 ribuan, di tahun 2019 hingga 2020,” tuturnya pada Selasa, 19 Mei 2026.
Walaupun populasi turun hingga 40 ribuan, tetapi kebutuhan kurban masyarakat Kabupaten Pati terjamin aman.
Luar daerah masih tetap mendatangkan sapi dari Bumi Mina Tani ini.
“Kita juga kirim ke luar daerah seperti Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Dulu populasi ratusan ribu, kini turun menjadi puluhan ribu akibat wabah PMK,” sebutnya,
Selain itu, banyak masyarakat Kabupaten Pati yang masih waswas dengan PMK.
Mengingat, penyakit ternak ini sangat berdampak signifikan bagi kualitas dan nilai ekonomis sapi.
“Banyak masyarakat nggak berani memelihara lagi karena trauma dengan kasus PMK, karena nilai ekonomis sapi tinggi. Meski edukasi dan vaksinasi berlangsung, mereka masih trauma kondisi seperti sekarang karena dampak PMK,” ungkap Andi.
Kendati demikian, minat memelihara sapi berangsur naik, setelah upaya pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi semakin masif.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar