PASANG IKLAN DISINI

Perubahan Iklim Pengaruhi Ilmu Titen, BMKG akan Gelar Sekolah Lapang bagi Nelayan Jepara

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Mei 2024 12:24 0 129 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Kabar gembira bagi nelayan di pesisir pantai Jepara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI mengadakan Sekolah Lapang Nelayan Cuaca (SLNC).

Kegiatan ini penting bagi mereka, untuk mengenali kondisi cuaca dan peta gelombang.

Kepala BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Taruna Mona Rachman mengatakan, SLNC direncanakan berlangsung pada 13 Juni 2024 di Gedung Ratu Shima Jepara. Pesertanya sebanyak 100 orang nelayan.

“Banyak nelayan yang belum mendapat informasi mengenai cuaca. Masih banyak yang menerapkan ilmu titen,” kata Taruna, Senin (27/5/2024).

Sekolah cuaca itu sangat penting, karena telah terjadi perubahan iklim yang berpengaruh banyak terhadap rutinitas cuaca. Hal ini tidak sesuai lagi dengan ilmu titen nelayan.

Dengan sekolah itu, nelayan akan mengetahui cara membaca peta cuaca, termasuk di dalamnya peta dan jenis gelombang.

“Nelayan bisa menyesuaikan tempat mencari ikan sesuai ukuran dan jenis perahu,” tambahnya.

BMKG juga akan mengenalkan aplikasi yang bisa membantu nelayan untuk mengetahui daerah tangkapan ikan.

“Datanya kami peroleh dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Target kami, manfaat sekolah lapang cuaca ini akan mengubah kebiasaan nelayan dari mencari ikan, menjadi menangkap ikan,” tambahnya.

Kepala Diskan Kabupaten Jepara Farichah Elida mengatakan, berdasar pendataan pada tahun lalu, Jepara memiliki 8.900-an nelayan yang terhimpun dalam 147 kelompok nelayan.

Sekda Jepara Edy Sujatmiko mengatakan, sekolah cuaca akan sangat membantu nelayan memaksimalkan potensi perikanan di Jepara yang memiliki garis pantai sepanjang 83 kilometer, di luar Karimunjawa.

Baca Juga:  Nelayan Jepara Ikuti Sekolah Lapang, Antisipasi Anomali Cuaca

Bahkan, ke depan Edy Sujatmiko meminta ada sekolah cuaca untuk petani garam, seiring banyaknya tambak garam di Kecamatan Kedung.

“Berdasar data yang ada di Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara, luas tambak garam di Jepara pada tahun 2023 mencapai 562, 57 hektare. Tambak ini dikelola 496 petambak garam. Produksi garam tahun selama tahun 2023 mencapai 56.563 ton,” kata dia.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini