Kenyang Pengalaman, Sutrisno (Pojok) Siap Kembalikan Marwah Pasopati Yang Dianggap Mati

PATI-Mondes.co.id| Sutrisno, Kepala Desa (Kades) Sumbermulyo, Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Pria yang akrab di panggil Pak Pojok ini siap bertarung memperebutkan kursi Calon Ketua Paguyuban Solideritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati).

Keinginannya untuk maju, diakui karena dukungan dari ratusan Kepala Desa (Kades) yang merindukan marwah Pasopati yang selama ini dianggap mati.

Sutrisno (Pojok), Kepada wartawan Rabu (15/9/2021) mengatakan, Para Kades selama ini sangat merindukan Pasopati yang selalu solid dan bisa bersatu. Sehingga para Kades ini berharap adanya sosok Ketua Pasopati yang paham dengan organisasi dan berani menyampaikan aspirasi para Kades.

“Para Kades ini sangat rindu dengan Pasopati yang dulu, sehingga menunjuk saya yang juga sebagai salah satu penggagas dan pendiri, untuk menjadi Ketua Pasopati,” ungkap Sutrisno.

Sebagai salah satu pelaku Pasopati, Lanjut Pria yang ramah dan murah senyum itu mempunyai harapan apabila nantinya terpilih sebagai Ketua Pasopati, maka akan membangun komunikasi dengan legeslatif dan eksekutif untuk memyampaikan program dan hak-hak yang menjadi kewenangan para Kades.

“Saya pelaku Pasopati dan bagian pendiri, pasopati harus bisa membangun komunikasi seperti dulu, intinya kalau ada permasalahan yang berkaitan dengan hak Kades, harus mampu dikoordinasikan dengan pihak terkait,” tegas Sutrisno dengan nada senyum seraya membayangkan Pasopati yang dulu ketika masih solid.

Dari dulu, Pria yang akrab disapa Pak Pojok itu mengungkapkan, seharusnya Pasopati bisa menjadi kebanggaan dalam suatu organisasi Kades yang pertama kali dibentuk di Indonesia, sebab sebagai cikal bakal pergerakan nasional yang dimotori kades dalam konteks parade nusantara mampu melahirkan hak-hak Kades seperti UU desa, Dana Desa (DD), Siltap, masa jabatan Kades, pengadaan motor dinas Kades dan lain-lain.

“Dulu banyak yang diperjuangkan oleh Pasopati, dan sekarang Pasopati harus bangkit kembali, kades harus bersatu, segala permasalahan harus bisa diselesaikan bersama, Saya tidak punya target menang untuk menjadi Ketua Pasopati, namun yang saya harapkan adalah tujuan para Kades bisa tercapai, sebab jabatan Kades ini merupakan ujung tombak dari pemerintahan,” ujarnya.

Organisasi ini bersifat independen, dengan slogan yang tidak kemana-mana namun ada dimana-mana.

“Pasopati harus bersikap independent, dan posisinya tidak kemana-mana, namun ada di mana-mana, selain itu juga harus bisa membangun komunikasi dengan pihak manapun,” timpalnya.

(Hdr/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.