Foto: Jalan Duplak Sumanding sepanjang 6 kilometer telah dibuka (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Bencana alam seringkali menyisakan duka dan dinding pembatas.
Namun, bagi warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, justru menjadi babak baru yang mengubah kecemasan menjadi tawa haru.
Setelah longsor hebat memutus urat nadi jalan utama dan sempat mengisolasi wilayah mereka, sebuah keajaiban gotong royong dan gerak cepat pemerintah daerah berhasil melahirkan jalan baru sepanjang 6 kilometer.
Jalur alternatif Duplak–Sumanding kini resmi berdiri, siap menjadi penyelamat, sekaligus pembuka gerbang ekonomi baru.
Jalan tembus sepanjang 6 kilometer dibuka sebagai respons taktis.
Pemerintah Kabupaten Jepara langsung mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor, sekaligus membuka jalur alternatif agar pasokan logistik dan mobilitas warga tidak lumpuh total.
Suasana riuh gembira menyelimuti area jalan Duplak–Sumanding saat Bupati Jepara, Witiarso Utomo, secara simbolis memotong pita merah, menandai dibukanya jalur alternatif tersebut secara penuh.
Bagi masyarakat Desa Duplak dan Desa Sumanding, guntingan pita itu bukan sekadar seremoni.
Itu adalah jawaban atas penantian panjang bertahun-tahun yang mendambakan akses penghubung antarwilayah yang layak.
Usai peresmian, Bupati Witiarso tak mau tinggal diam.
Ia bersama rombongan pejabat teras langsung menjajal dan menelusuri jalur sepanjang 6 kilometer tersebut menggunakan kendaraan.
Bupati yang akrab disapa Mas Wiwid ini, menegaskan bahwa jalan baru ini punya misi besar yang melampaui statusnya sebagai jalur darurat bencana.
“Jalur ini mempermudah mobilitas dari Sumanding menuju Duplak, maupun sebaliknya tanpa memutar jauh,” kata Mas Wiwid, kemarin.
Selain itu, membuka akses yang lebih luas bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam lereng Gunung Muria.
“Alhamdulillah, jalan alternatif Duplak–Sumanding yang selama ini menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa dibuka. Saya berharap dengan adanya jalan ini perekonomian berkembang lebih luas, dan potensi desa dapat terus tumbuh,” ujar Witiarso dengan wajah sumringah.
Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan bahwa proyek ini tidak berhenti sampai di acara potong pita saja.
Mengingat, jalur ini berada di daerah rawan, penanganan lanjutan sudah masuk dalam roadmap jangka pendek.
Pemkab Jepara menegaskan akan segera melakukan pengerasan badan jalan, serta penataan saluran air (drainase) yang representatif.
Langkah ini krusial untuk memastikan jalur alternatif Duplak–Sumanding tetap aman, kokoh, dan nyaman dilalui masyarakat.
“Mari bersama-sama menjaga dan merawat jalan ini, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata dia.
Kini, warga Tempur, Duplak, dan Sumanding bisa bernapas lega.
Jalan baru telah membentang, membawa secangkir harapan baru dari harumnya kopi lereng Keling.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar