Buka MUF ON ke-4 Tahun 2026, Wabup Trenggalek Tekankan Ini

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jul 2026 18:02 0 212 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondes.co.id | Mutiara Under Water Festival and Concervation (MUF ON) ke-4 tahun 2026 secara resmi dibuka pada Selasa, 28 Juli 2026.

gempur rokok ilegal rembang

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam kegiatan tersebut diluncurkan pula Mutiara Dive Center.

Yakni, upaya konservasi terumbu karang yang dilakukan oleh masyarakat setempat di bawah naungan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya.

Melalui itu, ekosistem pariwisata di daerah tersebut semakin lengkap.

Tidak hanya keindahan alam di area darat dan wisata lautnya, pengunjung kini juga dapat mengeksplorasi potensi bawah airnya melalui snorkling maupun diving.

Mengingat pertumbuhan karang di lingkungan setempat sangat baik.

Bila di tempat lain rata-rata sekitar 3 Cm, di lokasi ini terumbu karang bisa tumbuh 6-7 Cm.

“Itu menandakan perairan di sekitar Pantai Mutiara masih terjaga. Melihat cukup baiknya pertumbuhan terumbu karang, jelas menandakan jadi ekosistem nyaman bagi plankton berkembang biak. Kemudian, ikan-ikan kecil bermukim yang akhirnya menarik kedatangan ikan-ikan besar,” sebut Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara.

Dikatakan olehnya, bahwa kegiatan MUF ON dilaksanakan setiap tahun dan di 2026 ini merupakan yang ke-4.

Bahkan, sebagaimana laporan yang masuk, proses recovery di Pantai Mutiara berlangsung cukup sukses.

Maka, seluruh elemen masyarakat diharapkan turut memberikan dukungan.

“Mohon support dukungannya, terutama kepada masyarakat Watulimo dan juga pengunjung agar bersama menjaga Pantai Mutiara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, menyampaikan jika gelaran MUF ON ke-4 memang lebih cenderung difokuskan ke Mutiara Dive Center.

BACA JUGA :  Aktivis Perempuan Pati Ungkap Pentingnya Sex Education bagi Anak di Lingkungan Pendidikan

Tujuannya lebih kepada langkah observasi, sekaligus guna melihat sejauh mana perkembangan maupun pertumbuhan konservasi yang dimulai sejak 2023 silam.

“Untuk melihat apa yang dilakukan mulai dari tahun 2023 sampai 2025 hingga saat sekarang. Termasuk, sejauh mana perkembangan dan pertumbuhannya,” jelasnya.

Kacuk menambahkan, dari data diketahui, rata-rata pertumbuhan mencapai 6 hingga 7 Cm pertahun.

Selain itu, sebagai pendukung sektor perekonomiannya, nanti akan dikonsentrasikan pada rumah apung.

Jadi pengunjung atau wisatawan yang ingin snorkling maupun diving diarahkan singgah dulu di spot tersebut.

“Pengunjung diarahkan dulu singgah di rumah apung, sekaligus ke warung apung ataupun kolam renang di sana,” imbuh Ketua Pokmaswas Rembeng Raya ini.

Dirinya berharap, dengan keberlanjutan program MUF ON, tidak hanya menyelamatkan ekosistem bawah laut, tapi juga berdampak perekonomian untuk masyarakat.

Sehingga, diimbau agar masing-masing elemen berkesadaran mandiri ikut merawat dan menjaga.

Tak lupa, secara khusus disampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mensupport MUF ON.

“Terima masih kepada semua pihak sehingga MUF ON berjalan baik. Untuk saat sekarang telah disiapkan 10 Bioreeftek dan Eco Fish House sebanyak 3 terumbu. Ini sementara, untuk yang lain lain menyusul,” pungkas Kacuk.

Editor: Mila Candra 

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini