Foto: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Guna mendorong kesadaran masyarakat mengelola sampah secara baik, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, menggagas Green Community Championship (GCC).
Melalui program ini, Ketua TP PKK yang juga anggota DPR-RI Dapil VII Jatim tersebut ingin permasalahan tentang sampah bisa tertangani lebih komprehensif.
Maka, kesadaran masyarakat patut didorong, sehingga tidak menimbulkan dampak ikutan yang semakin pelik.
Lantaran dapat mengganggu aspek kehidupan lain, seperti kelestarian lingkungan, kesehatan, maupun gangguan lainnya.
“Kebiasaan masyarakat membuang sampah dengan seenaknya sendiri masih sering dilakukan. Padahal sampah-sampah tersebut, seperti sampah rumah tangga, dapat dipilah dan digolongkan jenisnya,” sebut Novita, Rabu, 4 November 2026.
Menurut dia, tata kelola sampah bisa dimulai dari pemilihan jenisnya dahulu, yakni sampah basah dengan sampah kering.
Kemudian, sampah bernilai ekonomis serta kelompok residu yang tidak memiliki nilai.
Selain memudahkan, yang terpilah lebih dahulu juga akan mempercepat proses dalam pengelolaan.
Sebab, beberapa jenis sampah membutuhkan waktu relatif lama agar terurai.
“Kalau ini menumpuk melebihi kapasitas Tempat Pembuangan Akhir yang dimiliki, maka ke depannya akan menjadikan permasalahan lingkungan,” imbuhnya.
Dengan semangat mendorong dan mengajak kesadaran kolektif, Novita optimis gagasan mengenai GCC lebih efisien.
Sekaligus membantu pemerintah dalam mewujudkan visi misi Net Zero Carbon, sekaligus menjaga kelestarian alam.
Dalam penguatan pengurus TP PKK, Master of Economic UINSATU itu, mengatakan jika apa yang dilakukan adalah upaya penguatan bagi seluruh Tim Penggerak PKK.
Baik level kabupaten, kecamatan, hingga desa komulatif dengan seluruh komponen kecamatan (Forkopimcam) seperti Pak Camat dan Pak Kades.
“Semua level akan mengikuti pembinaan, sebab GCC itu bukan hanya untuk sebagai euforia semata, tapi tujuan kami menyasar ke akar rumput,” tandasnya.
Agar ke depan setiap rumah tangga punya kesadaran mandiri bahwa kebersihan dan pemilahan sampah menjadi salah satu langkah menyelamatkan generasi mendatang.
Di satu sisi, mendukung visi misi bupati terkait Net Zero Carbon dan lain sisi untuk menyelamatkan masyarakat itu sendiri.
Sekaligus, akan menjadi sumber-sumber pendapatan baru bagi warga Trenggalek.
“Di situasi seperti ini kita harus kreatif bagaimana pentingnya ketahanan pangan dimulai dari anak-anak sedini mungkin,” pungkas istri Bupati Trenggalek tersebut.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini