Foto: Bersama jajaran OPD, Pj Sekda Trenggalek, ST. Triadi Atmono (tengah) turut konservasi penanaman terumbu karang di Pantai Mutiara, Watulimo (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Turut menjadi konserver dalam kegiatan Mutiara Under Water Festival and Concervation (MUF ON) ke-4 tahun 2026, Pj Sekda Trenggalek secara khusus memberikan imbauan kepada masyarakat.
Agenda yang digelar bareng Mutiara Dive Center tersebut, resmi dibuka oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah upaya konservasi terumbu karang bersama stakeholder dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya.
“Ini merupakan upaya dalam rangka turut menjaga ekosistem pariwisata. Mengingat di daerah tersebut sudah cukup lengkap,” sebut Pj Sekda Trenggalek, ST. Triadi Atmono, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut dia, kawasan sekitar Pantai Mutiara memang cukup banyak menyimpan potensi.
Tidak hanya keindahan alam di darat dan wisata lautnya, di lokasi tersebut masih ada beberapa yang dapat dieksplorasi.
Termasuk yang di bawah airnya melalui snorkling maupun diving.
“Apalagi, pertumbuhan karang di kawasan itu sangat baik. Di lokasi ini terumbu karang bisa tumbuh 6 sampai 7 Cm. Lebih menjanjikan dibanding daerah lain yang rata-rata sekitar 3 Cm,” ujarnya.
Hal itu menandakan, masih lanjut Pj Sekda, bahwa perairan maupun lingkungan sekitar masih terjaga.
Salah satu indikatornya, dengan cukup baiknya pertumbuhan terumbu karang yang menjadi habitat plankton maupun ikan-ikan kecil berkembang biak.
Bahkan, proses recovery yang dilaksanakan di Pantai Mutiara selama ini, berlangsung sukses.
Oleh karenanya, kepada seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut memberikan dukungan.
“Mohon support dukungannya, terutama kepada masyarakat Watulimo dan juga pengunjung agar bersama menjaga Pantai Mutiara,” imbaunya.
Disinggung tentang gelaran MUF ON ke 4, Pj Sekda yang juga Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek tersebut menambahkan, jika acara cenderung difokuskan ke Mutiara Dive Center.
Selain sebagai bagian dari promosi wisata, tujuan utamanya lebih kepada langkah observasi, serta pemantauan progres konservasi yang dimulai sejak 2023 silam.
“Sebagai langkah observasi dan pemantauan atas program yang dilakukan mulai tahun 2023 sampai 2025 hingga saat ini. Seperti perkembangan dan tingkat pertumbuhannya,” pungkas Triadi.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini