Beragam Komentar Nitizen Soal Sampah Dilapangan Desa Tambahmulyo, Kadis DLH: Itu Hanya Sementara

PATI-Mondes.co.id| Pembuangan sampah di lapangan Desa Tambahmulyo Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Jawa Tengah nampaknya sudah menjadi keresahan warga sekitar. Pasalnya, Sampah yang menumpuk dan hampir memenuhi seperempat lapangan menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi aroma bagi warga sekitar dan yang melintas di area lapangan.

Hampir 2000 lebih pembaca di media sosial (medsos), ketika beberapa media mengangkat berita soal sampah di Desa Tambahmulyo. Salah satunya akun milik mom’s poetra… Justru merasa prihatin dengan kondisi itu, melalui komentarnya ia mengatakan bahwa “ora mesakno sebelah lapangan ono omah wong lho, ambune kaya bathang” (tidak kasihan sebelah lapangan, ada rumah orang, baunya kaya bangkai, red),
Bukan hanya itu, Akun lain yang bernama mbok d… dalam komentarnya juga mengatakan, efek sampah, lalere neng desa akih (efek sampah, lalat di desa banyak, red),

Kepala Desa yang seharusnya bisa menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat olah raga, terkesan tutup mata membiarkan lapangan untuk dijadikan tempat sampah yang sudah terjadi sekitar 3 bulan lalu, apalagi sesuai informasi sampah yang dibuang di lapangan diduga dikelola oleh oknum aparat desa Tambahmulyo.

“Ini jelas ada kong kalekong antara oknum aparatur desa dengan Kades, dan tidak memperdulikan apa yang menjadi keresahan warga soal sampah yang ditimbun di lapangan, dan menjadikan aroma tidak sehat bagi warga sekitar,” ungkap warga desa Tambahmulyo yang enggan disebutkan Kamis (5/8/2021).

Kades sendiri, sebelumnya sudah dihubungi melalui pesawat selulernya, namun tidak ada tanggapan, bahkan disambangi di kantornya saat pembagian bantuan sosial beberapa waktu lalu juga tidak ada di tempat.

Sementara Kepala DLH Kabupaten Pati Purwadi ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya mengaku bahwa itu hanya sementara, padahal penumpukan sampah itu sudah terjadi sekitar 3 bulan lalu, tapi terkesan dibiarkan. “Itu sementara mas,” singkatnya.

Irosnisnya lagi, ketika sejumlah media mengangkat pemberitaan soal sampah, ada sejumlah oknum dari beberapa media yang hendak melakukan konfirmasi, bahkan hal itu juga dilakukan pertemuan di rumah makan sebelah selatan simpang lima pati bersama dengan oknum aparatur desa tambahmulyo.

“Informasinya ada beberapa oknum wartawan yang sudah menemui aparatur desa yang mengelola sampah di rumah makan sebelah selatan simpang lima pati, tapi soal apa saya tidak tahu,”jelas Bambang salah satu wartawan senior asal Pati dari media suaka indonesia.

Diketahui sebelumnya, Sampah sendiri sebelumnya dibuang dilapangan karena saat ini, Pemda Kabupaten Pati melalui DLH sedang menyiapkan pembangunan pusat daur ulang sampah yang lokasinya tidak jauh dari lapangan, atau tepatnya dibangun tempat makam lama. Sesuai target pembangunan, proyek itu akan selesai pada 13 Agustua 2021, hanya saja proyek yang sempat terbengkalai itu dipastikan tidak akan bisa rampung sampai tepat waktu.

“Sesuai target, proyek tersebut tidak akan bisa selesai sampai tepat waktu, meskipun itu dikerjakan sampai 20 orang, bahkan sampai kerja lembur,” ungkap Lan, salah satu Kepala Tukang yang mengerjakan proyek ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

(Hdr/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.