PASANG IKLAN DISINI

Bencana Mengintai, Warga Dukuhseti Diminta Waspada

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Des 2022 03:18 0 788 mondes

PATI – Mondes.co.id | Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Dukuhseti terancam bencana. Tak hanya potensi banjir, hembusan angin kencang juga mengancam pemukiman warga.

Kades Banyutowo, Yasir menyebut, saat ini belasan rumah warganya masih terendam banjir semenjak dua hari lalu. Tak hanya banjir yang masih mengancam, angin kencang juga sempat merusak ratusan atap rumah milik warganya.

“Akhir pekan lalu ada ratusan rumah warga yang kena angin. Rata-rata genteng warga yang rusak, bahkan ada satu kandang sapi yang roboh. Paling terdampak adalah warga di RT 2 RW 1 yang berbatasan dengan Desa Dukuhseti. Dan sebagian juga warga Dukuh Purbo yang terdampak tiupan angin kemarin,” jelas Yasir, Rabu 27 Desember 2022.

Sedangkan sejak Senin 26 Desember 2022 lalu, di lokasi yang sama banjir juga merendam belasan rumah.
Dan juga tambak milik warga juga banyak yang terendam air.

“Mulai habis Subuh kemarin, air menggenangi jalan dan mulai memasuki rumah-rumah warga. Banjir disebabkan curah hujan deras sedangkan drainase atau saluran air tidak memadai. Apalagi di Dukuh Purbo yang memang tidak ada drainase. Saat ini warga terdampak sangat membutuhkan bantuan terutama sembako,” sambungnya.

Sementara, Camat Dukuhseti, Agus Sunarko meminta, warga di Dukuhseti untuk tetap waspada. Mengingat, di penghujung tahun ini cuaca ekstrem masih mengancam wilayah Dukuhseti.

“Beberapa wilayah memang rawan banjir. Tidak hanya di Banyutowo dan Dukuhseti, saat ini kita juga masih memantau aliran di Sungai Guno Desa Ngagel. Semoga tidak meluap, karena setiap hujan deras bendungan selalu penuh sampah batang ketela. Harus ada solusi untuk ini,” harap Agus.

Baca Juga:  Sukolilo Terus Disorot Publik, Polsek Getol Gelar Patroli

Tidak hanya terdampak pada warga di darat, cuaca ekstrem ini juga membuat ratusan nelayan tidak berani melaut.

“Kami meminta para nelayan juga waspada gelombang tinggi di laut. Terus pantau perkembangan cuaca. Jangan melaut dulu jika memang cuaca dirasa masih membahayakan keselamatan jiwa,” pungkasnya. (Ed/Dr)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini