Warga Rembang Swadaya Uruk Jalan Rusak, Anggaran Perawatan Rp10 Miliar Dipertanyakan

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Apr 2026 12:28 0 49 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Kecewa karena akses jalan pengubung antar desa tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah, warga Dukuh Bagel, Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang, terpaksa turun tangan.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Secara swadaya, mereka melakukan pengurukan lubang-lubang jalan yang menghubungkan Desa Mondoteko menuju Desa Turus dengan material pasir dan batu (pedel), Kamis (16/4/2026).

​Aksi ini merupakan bentuk inisiatif warga yang jengah melihat kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan.

Menurut Koordinator aksi lapangan, As’at, warga Desa Mondoteko, kerusakan jalan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada penanganan serius dari pihak terkait.

ketua pgri

​”Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak dan dikeluhkan masyarakat. Bahkan sebelumnya, warga sempat menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes keras agar segera diperhatikan,” ujar As’at di sela-sela kegiatan pengurukan.

Warga desa setempat sebenarnya tidak tinggal diam.

Upaya prosedural telah ditempuh dengan menjalin koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang sejak tiga bulan lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata di lapangan.

​Karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas harian, masyarakat akhirnya memutuskan untuk bergerak sendiri.

Dana yang digunakan murni berasal dari swadaya pribadi warga.

Rencananya, sebanyak lima truk pedel dialokasikan untuk menutup lubang-lubang yang dinilai paling membahayakan bagi pengguna jalan.

​Kepala Dusun (Kadus) Bagel, Zainal Arifin, menegaskan bahwa jalan tersebut memegang peranan krusial sebagai akses pertanian dan jalan alternatif utama untuk pengangkutan hasil bumi warga Desa Mondoteko dan Dukuh Bagel.

BACA JUGA :  Gelandang Asal Ghana, Sakyi Elvis Didatangkan untuk Perkuat Persijap Jepara 

​”Lubang-lubang di jalan ini terlalu dalam. Sering sekali kendaraan pengangkut, terutama truk bermuatan pasir atau hasil bumi, mengalami patah as roda di sini. Tentu ini sangat menghambat kegiatan ekonomi warga,” ungkap Zainal.

​Ia berharap, pemerintah tidak hanya melakukan pemeliharaan tambal sulam, melainkan pembangunan secara permanen.

“Harapan kami, pemerintah segera membangun jalan ini secara permanen karena perannya sangat krusial bagi kesejahteraan dan kelancaran arus barang di desa kami,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga mengenai lambatnya penanganan jalan di wilayah tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTARU Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, memberikan penjelasannya terkait alokasi anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp10 miliar.

​Nugroho menerangkan bahwa saat ini tim pemeliharaan rutin masih fokus mengerjakan beberapa ruas jalan lain yang juga menjadi prioritas.

​”Pemeliharaan rutin kami saat ini yang masih berjalan ada di ruas jalan Sidorejo-Sedan, ruas Japerejo-Pamotan, serta ruas Sendangasri-Gowak,” jelas Nugroho saat dikonfirmasi.

​Ia mengakui, adanya keterbatasan jangkauan personel di lapangan yang menyebabkan penanganan tidak bisa dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Rembang.

​”Kalau kendala secara teknis sebenarnya tidak ada, apalagi cuaca sudah mulai membaik. Namun, kalau soal kecepatan penanganan, memang masih dirasa lambat karena jangkauan (tim) kami juga terbatas,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini