TATAH 2026 di Museum Nasional Indonesia Pamerkan Puluhan Mahakarya Ukir Jepara 

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Apr 2026 12:18 0 34 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Pameran seni ukir berbasis riset sejarah berskala nasional, TATAH 2026, akan resmi dibuka pada Rabu, 29 April 2026.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Pameran ini akan berlangsung di Ruang Pamer Temporer A, Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Mengusung tajuk “Suluk – Sulur – Jepara”, pameran megah ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Acara pembukaan esok hari turut mengundang Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga negara, sejumlah seniman, serta akan dihadiri langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo.

ketua pgri

Usai prosesi pembukaan resmi, publik dapat mengunjungi pameran ini mulai 30 April hingga 5 Juli 2026.

Pameran kolosal ini merupakan hasil sinergi nyata antara HIMKI DPD Jepara Raya, Rumah Kartini, dan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam upaya merawat identitas kebudayaan kriya kayu Nusantara.

Menelusuri Lorong Waktu Peradaban Ukir TATAH 2026 tidak hanya menjadi ajang pamer benda seni.

Melainkan, sebuah lorong waktu yang menelusuri sejarah peradaban ukir dari masa ke masa.

Pengunjung akan diajak napak tilas evolusi ukiran Jepara.

Mulai dari Era Ratu Shima di Kerajaan Kalingga, masa pengaruh kosmologis Hindu-Buddha di era Majapahit, Kejayaan maritim Ratu Kalinyamat, dan peran signifikan R.A. Kartini dalam memperkenalkan kriya kayu Jepara ke panggung pameran Eropa pada akhir abad ke-19.

Lebih dari 30 mahakarya ikonis dipastikan akan tampil menyapa publik.

Beberapa di antaranya adalah Jung Jepara (bukti kehebatan teknologi kapal kayu Nusantara), Macan Kurung (simbol pengendalian nafsu manusia), Kursi Kartini yang kaya akan nilai historis, hingga Gong Senen yang sakral.

BACA JUGA :  Kasus Covid-19 Terus Menurun, Pemerintah Tetap Gencarkan 3T

Selain memamerkan mahakarya, pameran ini juga menghadirkan reka ulang ekosistem Brak atau bengkel kerja pengukir.

Publik dapat melihat langsung dedikasi para maestro, mengenal jenis pisau raut tradisional, serta memahami proses kolaboratif dari hulu ke hilir dalam mengolah kayu jati.

Apresiasi dan Makna Filosofis Direktur Pelaksana TATAH 2026, Veronica Rompies, menyampaikan bahwa pameran ini lebih dari sekadar perayaan estetika visual, melainkan ajakan untuk merenungi proses penciptaan karya.

“Tatah merupakan ruang pertemuan humanis antara ingatan budaya, seni ukir, dan manusia. Melalui proses belajar yang panjang, kayu bermula dan berakhir menjadi karya yang bermanfaat serta bermakna,” ujar Veronica, Selasa (28/4/2026).

Apresiasi mendalam juga datang dari Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo.

Ia menegaskan bahwa seni ukir adalah denyut nadi masyarakat Jepara.

“Pameran ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan kriya kayu nasional. Jepara dan seni ukir adalah kesatuan tak terpisahkan. Ukiran bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan warisan luhur yang mencerminkan jati diri, ketangguhan, dan spiritualitas masyarakat kami,” ungkap Witiarso.

Di sisi lain, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menambahkan bahwa pameran ini memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian.

“TATAH 2026 tidak hanya menampilkan keindahan karya, tetapi juga menjadi medium untuk menghidupkan kembali narasi sejarah, nilai, dan identitas bangsa,” ujarnya.

Tema besar “Suluk – Sulur – Jepara” merepresentasikan laku spiritual yang hening dari seorang seniman saat memahat.

Sekaligus sebagai simbol kebudayaan lokal yang terus menjalar, tumbuh, dan relevan melintasi zaman.

Publik dapat mengapresiasi karya-karya dalam pameran ini dengan mengunjungi Museum Nasional Indonesia pada hari Selasa hingga Kamis pukul 08.00–18.00 WIB.

Sedangkan pada hari Jumat hingga Minggu pukul 08:00-20.00 WIB.

BACA JUGA :  Ditinggal Nonton Karnaval, Rumah Mbah Parni Ludes Terbakar

Museum tutup pada hari Senin dan hari besar keagamaan.

Pameran ini terbuka untuk umum dengan tiket masuk sebesar Rp50.000 untuk pengunjung dewasa, Rp25.000 untuk pelajar, dan Rp150.000 untuk pengunjung warga negara asing (WNA).

Informasi selengkapnya dapat dilihat melalui www.tatah.id serta kanal media sosial @tatahjepara dan @museumnasionalindonesia.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini