Naas!! Bocah 6 Tahun di Kayen Menjadi Korban Dugaan Pencabulan

PATI-Mondes.co.id| Nasib naas dialami anak dibawah umur, sebut saja Bunga (6) warga Desa Ronggomulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dirinya menjadi korban dugaan pencabulan oleh tetangganya sendiri SA. Saat ini, SA masih duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU).

Bunga diduga dicabuli oleh SA di Mushola yang tidak jauh dari rumahnya, pada 1 Maret 2022, sekitar pukul 18.30 WIB.

Data yang dihimpun media, Kejadian itu bermula saat bunga sedang bermain dengan 2 orang temannya di sekitar mushola.

Tidak tahu dirasuki setan apa, SA yang melihat Bunga langsung menarik tangannya ke salah satu ruangan mushola dan langsung mengunci.

Kedua teman bunga yang melihat kejadian itu, langsung mengadukannya ke ibu korban yakni Stk yang rumahnya tidak jauh dari mushola.

Karena penasaran, Stk langsung menuju ke Mushola, hanya saja di salah satu ruangan mushola itu terlihat pintunya tertutup dan terdengar suara anaknya teriak-teriak minta tolong, setelah dibuka, Stk melihat anaknya menangis kesakitan.

“Saya mendengar anak saya teriak-teriak, dan saya langsung buka pintu ruangan mushola itu. Saya melihat anak saya menangis meringis kesakitan, dan SA saat itu langsung naik ke atap Mushola, dan dipanggil beberapa kali tidak turun,” ungkap Stk kepada wartawan Kamis (3/3/2022) kemarin.

Atas kejadian itu, Stk langsung membawa Bunga ke klinik di Desa Boloagung, dan dari pernyataan petugas kesehatan di klinik mengaku bahwa alat kelamin bunga terluka, sudah pecah dan ada darah, sehingga pihak petugas kesehatan pun menyarankan untuk membawa ke Rumah Sakit untuk di visum.

“Setelah diperiksa saya langsung membawa ke Polsek Kayen, namun karena di Polsek tidak menangani soal kasus anak, saya langsung ke Polres Pati diantar anggota Polsek, namun di jalan dari anggota Polsek mengaku bahwa sebaiknya laporan itu besok saja, karena untuk anak kecil tidak bisa diperiksa diatas jam 22.00 WIB. Sehingga untuk laporannya baru bisa dilakukan keesokan harinya diantar anggota Polsek, dan sampai Polres diantar lagi ke Rumah Sakit Mitra Bangsa,” katanya.

Bunga pun akhirnya diperiksa di Rumah Sakit, hanya saja untuk hasilnya belum diketahui, karena nanti akan diserahkan ke pihak kepolisian. Sambil meneteskan air mata Stk meminta kepolisian segera menangani kasus ini.

“Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, agar tidak ada kejadian yang sama seperti menimpa anak saya,” pintanya.

(Ws-Dn/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.