Foto: Kepala DKP Pati, Hadi Santosa saat diwawancarai (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa, membeberkan ada 10 desa terdampak banjir rob.
Akibatnya, tambak di wilayah terdampak pun juga kena genangan banjir yang disebabkan naiknya air laut tersebut.
Daerah tersebut tersebar di Kecamatan Margoyoso dan Tayu.
Sedangkan, tambak yang terdampak dominan digunakan untuk budi daya ikan nila salin.
Tambak nila salin di wilayah Kecamatan Margoyoso meliputi Desa Margotuhu, Margoyoso, dan Semerak.
Sementara, Kecamatan Tayu meliputi Desa Dororejo, Jepat Kidul, Jepat Lor, Keboromo, Margomulyo, Sambiroto, dan Tunggulsari.
“Identifikasi tambak-tambak yang terdampak di dua kecamatan yakni Margoyoso dan Tayu. Paling parah di Tunggulsari, Margomulyo, dan Jepat Lor,” jelasnya kepada awak media, Selasa, 9 Juni 2026.
Total ada 436 ribu hektare luasan tambak yang kena banjir rob di 10 desa tersebut.
Sehingga, pihaknya sedang mengajukan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut identifikasi DKP Kabupaten Pati, total kerugian mencapai Rp50 miliar.
Pengajuan bantuan ini sudah dilakukan sejak akhir 2025 dan diajukan lagi pada awal tahun 2026.
“Terdampak ada 436 ribu hektare, sekitar 40 persen, kebanyakan nila salin. Awal 2026 kita ajukan, kita mintakan lagi, ” tegas Hadi.
Sebelumnya, bantuan benih ikan telah diberikan pada akhir 2025 ketika banjir melanda sebagian wilayah Kabupaten Pati, termasuk tambak-tambak tersebut.
Namun, karena banyak yang terdampak, jumlah bantuan tidak mencukupi seluruh tambak yang mengalami kerugian.
“Untuk 2025, akhir tahun kami sudah membelikan bantuan benih kepada ikan yang hilang akibat rob, tapi masih sedikit belum bisa semuanya. Total kerugian ada Rp50 miliar,” jelasnya.
Menurut Hadi, petambak merasakan dampak di saat masa memanen ikan.
Hal ini membuat mereka sedih, lantaran rezeki di depan mata, malah sirna akibat musibah bencana alam.
“Ini rata-rata sebulan lagi panen. Kondisi sudah terjadi sejak tahun kemarin,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengupayakan perbaikan saluran sungai sekitar tambak.
Pihaknya juga mengajukan bantuan perbaikan jalan usaha tambak yang tidak kena terjangan pasangnya air laut.
“Kami sudah koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggungan Bencana Daerah), misal ada bantuan penanggulangan tanggul. Juga pembuatan tanggul dengan kantong pasir, mungkin bisa memudahkan teman-teman kelompok nelayan,” tandasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar