Sekolah Rakyat di Tlogowungu Aktif Terima Siswa Tahun Ajaran Baru Mendatang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 15:40 0 315 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pati akan bertambah di tahun 2026 ini.

Pembangunan SR yang berada di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati sudah di atas 50 persen.

SR tersebut akan mulai diisi siswa-siswi pada tahun ajaran 2026/2027.

Pada tahun ajaran berikutnya, SR di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) mulai beroperasi.

“Ini hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, bersama dengan itu Pati salah satu kabupaten yang mendapatkan kesempatan dibangunkan gedung permanen. Alhamdulillah sudah di atas 50 persen, dengan kapasitas menampung 1.000 siswa mulai SD, SMP, SMA,” urai Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf ketika meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati, kemarin.

Pembangunan gedung sedang berjalan.

Sarana-prasarana dipastikan menunjang pendidikan yang layak bagi peserta didik.

“Sama dilengkapi asrama siswa dan guru, dan fasilitas lain seperti perpustakaan, laboratorium, sarana-prasarana olahraga dan lain-lain. Yang diharapkan menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas,” harapnya.

Kabupaten Pati dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan program SR, demi memeratakan pendidikan kepada seluruh anak bangsa.

SR menjangkau siswa-siswi dengan latar belakang ekonomi keluarga yang rentan, terutama yang di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1.

Menteri dengan sapaan Gus Ipul, menyampaikan bahwa awal beroperasinya SR di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati itu akan menerima 300 siswa.

Ratusan siswa itu dibagi rata di tiap jenjang pendidikan, yakni masing-masing 100 untuk SD, SMP, dan SMA.

BACA JUGA :  GSG Koripandriyo Mangkrak, Dispermades Akui Mantan Kades Tidak Responsif

“Gedung SR Juli udah bisa dimanfaatkan di tahun ajaran baru. Karena ini tanahnya disediakan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Pati, sehingga yang bisa sekolah warga Pati, kalau tanah disediakan gubernur bisa dari kabupaten dan kota lainnya,” sebutnya.

Ia ingin penerimaan siswa SR bersih tanpa titipan suap-menyuap.

Pemerintah Daerah (Pemda) harus memastikan latar belakang calon siswa dari kalangan yang tepat.

“Diharapkan bersih tidak ada titipan, tidak ada KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), suap-menyuap karena yang bisa sekolah yang memenuhi kriteria dan tidak ada tes akademik. Bisa dilihat dari sisi kesehatan dengan DNA talent, kita harapkan jadi perhatian bersama bupati,” pesan Gus Ipul.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini