Foto: Anggota Polres Trenggalek bersama stakeholder terkait dan warga melakukan penanaman pohon di kawasan hutan (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2025, Polres Trenggalek gelar gerakan tanam pohon serentak.
Kegiatan yang dilaksanakan di seluruh wilayah Bumi Menak Sopal tersebut melibatkan jajaran kewilayahan.
Termasuk, semua satuan fungsi yang ada, mulai tingkat Polres maupun Polsek.
Kepada Mondes.co.id, Kasihumas Polres Trenggalek, AKP Katik menyampaikan jika agenda yang dilakukan memang mempunyai beberapa tujuan.
Di samping untuk reboisasi pada lahan kering, juga sebagai bentuk dukungan pada program Trenggalek Zero Net Carbon.
“Penanaman pohon sengaja dipilih dengan tujuan utamanya untuk misi penyelamatan sumber mata air di Kabupaten Trenggalek,” ungkap AKP Katik pada Jumat, 17 April 2026.
Oleh sebab itu, lanjut dia, bibit yang dipilih adalah jenis tanaman keras dan buah.
Mengingat, dari pengalaman yang ada ketika memasuki musim kemarau panjang, hampir semua daerah di Trenggalek terjadi krisis air bersih.
Bahkan, beberapa mata air seringkali menjadi kering.
“Sehingga warga terpaksa harus mencari air ke tempat lain yang relatif cukup jauh,” imbuhnya.
Maka, masih kata Kasihumas, diprioritaskan tanaman dengan beberapa keunggulan diantara jenis lainnya.
Sebagai contoh, pohon beringin yang dinilai memiliki sejumlah kelebihan.
Selain sebagai penghasil oksigen dan peneduh, jenis ini dikenal memiliki akar kuat serta mampu menyerap sekaligus menyimpan air.
“Pohon beringin dinilai sangat efektif sebagai tanaman konservasi di sumber mata air,” ujar AKP Katik.
Sedangkan untuk teknis, jelasnya lebih jauh, sebelum dilakukan penanaman, kepada masing-masing Satker maupun Polsek jajaran diminta membuat pemetaan awal.
Seperti, penentuan lokasi yang memang memiliki potensi mata air serta jumlah kebutuhan bibit.
“Baru setelahnya, prosesi tanam pohon dilakukan dengan melibatkan elemen masyarakat sekitar,” terangnya.
Menurut Kasihumas, dalam satu minggu terakhir, beberapa Polsek sudah melaksanakan penanaman pohon.
Di antaranya, Polsek Panggul yang mengambil lokasi di hutan petak 71 dan 72.
Kemudian, Polsek Dongko di hutan petak 5B masuk Desa Cakul.
Sementara Polsek Tugu memilih lokasi di wisata Banyu Lumut, Desa Tegaren.
Polsek Suruh di hutan petak 85E dan 57, kemudian Polsek Karangan di Bukit Patuk.
Sedangkan Polsek Pule di hutan petak 31B dan 51, selanjutnya Polsek Munjungan memilih kawasan sumber air yang berada di Desa Masaran.
“Melalui gerakan penanaman pohon ini, diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata konservasi sekaligus menyelamatkan sumber air. Bisa menginspirasi masyarakat luas agar bersama-sama menjaga serta memelihara alam demi generasi mendatang,” harap mantan Kapolsek Gandusari itu.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar