Foto: Kapal di wilayah perairan Juwana (Mondes) PATI – Mondes.co.id | Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera, Eko Budiyono, mengatakan ribuan nelayan di pesisir Kabupaten Pati tidak melaut setelah Lebaran tahun 2026 ini.
Hal ini disebabkan mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk bahan bakar kapal.
Diketahui, nelayan dengan ukuran kapal di atas 30 Gross Ton (GT) harus menggunakan BBM non subsidi.
Sedangkan, harga BBM non subsidi saat ini naik, awalnya Rp13.600 per liter menjadi Rp26.000 per liter.
“Sekitar 80 persen nelayan tidak bisa melaut. Teman-teman yang melaut itu sebelum Lebaran kemarin mengisi BBM-nya. Ada ribuan yang tidak melaut,” katanya kepada awak media, kemarin.
Kondisi ini pastinya menyebabkan perekonomian warga yang menggantungkan hidup dari hasil laut menjadi lumpuh.
“Teman-teman yang terdampak bukan hanya sektor nelayan saja, simbiosisnya di pasar sudah tidak ada kegiatan,” ucap Eko.
Mereka kini terkatung-katung karena tingginya harga BBM.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar