Foto: Paguyuban Pelestari Tosan Aji Jepara (PPTAJ) menggelar Uji Kompetensi (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Paguyuban Pelestari Tosan Aji Jepara (PPTAJ) mengambil langkah strategis dalam menjaga kemurnian warisan leluhur melalui Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Museum R.A Kartini Jepara dan diikuti sejumlah anggota Tosan Aji.
Ketua PPTAJ Ricardo Gerit Saat, mengatakan langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menghadirkan standar profesionalisme dalam dunia pelestarian keris dan benda pusaka lainnya.
“Sertifikasi ini bukan sekadar mengejar gelar formal, melainkan menjadi tolok ukur resmi yang diakui pemerintah,” ujar Ricardo, Jumat (15/5/2026).
Dengan mengantongi validasi dari BNSP, para pelestari di Jepara kini memiliki legalitas hukum dan kepercayaan diri yang lebih kuat untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara menjaga, mengenal, serta merawat warisan budaya perkerisan secara benar dan ilmiah.
“Urgensi sertifikasi ini didasari oleh keprihatinan para pelestari terhadap kondisi di lapangan,” katanya.
Saat ini, marak ditemukan oknum tidak bertanggung jawab yang mengeksploitasi benda pusaka Tosan Aji demi keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan budaya.
“Hadirnya standarisasi kompetensi ini diharapkan mampu menjadi benteng pemisah antara upaya pelestarian budaya yang murni dengan praktik penipuan yang merugikan masyarakat,” kata dia.
Melalui keahlian yang terakreditasi, PPTAJ berkomitmen untuk meminimalisir ruang gerak praktik-praktik yang dapat mencoreng nilai luhur warisan sejarah tersebut.
Kegiatan uji kompetensi ini tidak hanya diikuti oleh perwakilan dari Jepara.
Semangat standarisasi kompetensi budaya ini juga diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai daerah lain di Indonesia, di antaranya berasal dari Medan, Garut, dan Bandung.
Sinergi antar-daerah ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif secara nasional bahwa pelestarian Tosan Aji harus dikelola secara profesional, akuntabel, dan berbasis kompetensi demi menjamin keberlangsungan budaya bangsa bagi generasi mendatang.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar