Pengelolaan Sampah Diharapkan Masuk Kurikulum Sekolah

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Jun 2026 10:26 0 62 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Pengelolaan sampah diharapkan sudah diajarkan sejak dini dengan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah.

Pendiri Bank Sampah Induk Berseri Jepara (BSIJ) Anis Surahman, mengatakan pemerintah perlu memperbanyak edukasi daur ulang sampah di sekolah dan mendorong ekonomi lewat pengolahan sampah plastik menjadi produk berdaya jual.

“Kami telah melaunching Kurikulum Sampah,” ujar Anis Surahman, Rabu (3/6/2026).

Dikatakan, permasalahan sampah di Jepara tidak boleh dipandang sebelah mata.

Pertumbuhan penduduk dan disertai meningkatnya aktivitas masyarakat, menyebabkan volume sampah terus bertambah.

“Jika sampah tidak dikelola dengan baik, maka akan berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat”, katanya.

Oleh sebab itu, persoalan sampah tidak cukup hanya dilakukan dari hilir, tetapi harus dengan pembentukan karakter dan kesadaran masyarakat sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, Anis Surahman ingin melakukan pendekatan pendidikan yang aplikatif, menyenangkan, dan berbasis praktik nyata.

“Kami percaya, pendidikan memiliki kekuatan besar dan membentuk budaya baru ketika kesadaran ekologis ditanamkan sejak usia dini,” terangnya.

Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan terima kasih kepada (BSIJ) karena ini sebuah langkah yang bukan hanya kreatif, tetapi juga visioner.

Persoalan sampah hari ini bukan lagi masalah kecil, namun telah menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama.

“Dengan Kurikulum Sampah, kita mengajarkan kepada anak-anak membuang sampah pada tempatnya,  memilih dan memilah sampah, agar dikelola dengan baik,” ucap Gus Hajar.

Gus Hajar mengajak masyarakat Jepara untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan alam melalui praktik membuang sampah pada tempatnya.

BACA JUGA :  Bermain Sepuluh Pemain, Persijap Tahan Imbang Persis Solo 0-0

Kurikulum ini bukan sekadar program pembelajaran biasa, tetapi sebuah investasi jangka panjang depan dalam menyiapkan generasi emas 2045.

Ia berharap, sekolah-sekolah di Jepara dapat memanfaatkan program ini sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.

“Jangan menunggu lingkungan rusak baru kita peduli, jangan menunggu sampah menumpuk baru kita bergerak. Karena lingkungan yang bersih bukan diwariskan begitu saja, tetapi dibangun melalui kebiasaan dan kesadaran bersama,” tegas Gus Hajar.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini