Pasar Puri Mendadak Geger Ada Seorang Laki-laki Terjatuh dan Meninggal Dunia

PATI-Mondes.co.id| Pasar Puri Pati mendadak geger setelah seorang laki-laki tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia di tempat. Kejadian ini sekitar Pukul 10.00 Wib, pada Jumat (11/6/2021).

Dari keterangan saksi Subinah salah satu pedagang pasar puri yang biasa berjualan jajanan, dirinya mengaku laki-laki itu datang mau membeli jajan di kiosnya. Namun baru ditanya mau beli jajanan apa laki-laki tersebut terjatuh di depan kiosnya.

“Saya tidak mengenal dengan orang itu, tiba-tiba datang di depan kios saya tanpa bersuara, lalu saya tanya, mau beli apa pak? Namun tak menjawab dan orang itu terjatuh,” ungkap Subinah.

Melihat ada orang terjatuh Subinah meminta tolong kepada pedagang di sebelahnya, yakni Sri Mulyani, dikatakan Sri, kejadian itu sangat cepat dan tak menunggu waktu lama dirinya bergegas melaporkan ke pengurus pasar puri.

“Begitu melihat kejadian tersebut saya langsung melaporkan ke pengurus pasar puri, jika ada orang terjatuh tak sadarkan diri di depan kios Subinah, petugas pasar langsung melaporkan kejadian ini ke Polisi,” terang Sri pedagang Pasar Puri.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Pati Kota yang di pimpin Kapolsek Iptu Aris Pristianto, bersama anggotanya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang di dampingi oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Pati.

Kapolsek Pati mengatakan, Dari hasil olah TKP dan diadakan visum luar tidak ditemukan tanda penganiayaan. Bahkan hasil swabnya juga dinyatakan negatif. Kemudian petugas mengecek indentitas korban, setelah di lihat Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban adalah Warga Desa Puri RT 1 RW 4, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bernama Supardi umur 70 tahun.

“Korban dinyatakan meninggal, namun setelah di lakukan visum luar tidak ada tanda-tanda penganiayaan, bahkan dari pihak Puskesmas sendiri yang melakukan Swab juga hasilnya dinyatakan Negatif,” jelas Kapolsek Pati.

Ditambahkan Kapolsek, keluarga korban yang di hubungi pihak kepolisian menyatakan menerima dan tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi atau proses hukum.

“Jenasah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan, pihak keluarga sudah menerima dan di kuatkan dengan membuat surat pernyataan,” tandasnya.

(Dony/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.