Bentengi Ketahanan Pangan, Rembang Siapkan 27 Embung Baru Hadapi Kemarau Panjang

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 16:12 0 31 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bergerak cepat memagari sektor pertanian dari ancaman kekeringan ekstrem tahun ini.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 27 embung tambahan siap dibangun di berbagai titik strategis, demi memastikan napas produktivitas petani tetap terjaga di tengah bayang-bayang musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih lama.

Langkah masif ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Rembang untuk memperkuat infrastruktur air dan menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, merinci bahwa pembangunan ini melibatkan skema pembiayaan lintas anggaran.

25 embung akan dikerjakan melalui dukungan dana APBN dengan pola swakelola bersama kelompok tani.

Pola ini diharapkan meningkatkan rasa memiliki petani terhadap infrastruktur yang dibangun.

2 embung lainnya akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Rembang, sebagai wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan air di wilayah-wilayah prioritas.

“Harapan kami, permasalahan kekurangan air di musim kemarau, apalagi tahun ini yang diprediksi cukup panjang, bisa terbantu secara signifikan dengan prasarana air ini,” ungkap Agus, Kamis (7/5/2026).

Selain memperbanyak bak penampung air (embung), Pemkab Rembang juga menyiapkan penambahan Irigasi Perpompaan (IRPOM).

Teknologi ini disiapkan untuk lahan-lahan pertanian yang memiliki sumber air permukaan namun kesulitan dalam distribusi, terutama di wilayah yang rawan mengalami kekeringan parah.

Dinas Pertanian tengah memantau ketat wilayah-wilayah yang mulai menunjukkan penurunan debit air, seperti lahan tadah hujan di wilayah Rembang Kota dan Kecamatan Sumber.

BACA JUGA :  Maafkan Pelaku, Guru Madrasah Korban Penembakan di Jepara Minta Proses Hukum Tetap Jalan

Fokus utama pemerintah saat ini adalah mengawal masa tanam kedua (MT2) agar tetap bisa panen maksimal.

Menghadapi potensi fenomena El Nino yang dapat memicu kemarau ekstrem, Pemkab Rembang tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik.

Pendampingan melalui penyuluh pertanian di lapangan terus ditingkatkan untuk mengedukasi petani mengenai pola tanam yang adaptif terhadap cuaca.

Sebagai langkah perlindungan jangka panjang, Pemkab juga tengah mempertimbangkan pengembangan program asuransi pertanian, khususnya untuk komoditas padi.

Program ini dirancang sebagai jaring pengaman (safety net) agar petani tidak terpuruk secara ekonomi jika terjadi risiko gagal panen akibat kekeringan.

“Ini menjadi PR kami untuk memastikan tanaman di sekitar sumber air tetap bisa bertahan dan dipanen pada MT2. Kami ingin petani merasa aman dan didampingi dalam situasi sesulit apapun,” pungkas Agus.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini