Minat Orang Tua Pati Sekolahkan Anak di Pondok Pesantren Masih Tinggi

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Jun 2026 16:09 0 23 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Penerimaan santri baru di Kabupaten Pati telah dimulai, bahkan pendaftaran sudah berlangsung sejak April 2026, utamanya bagi pondok pesantren (Ponpes) yang memfasilitasi santri dengan asrama.

Pihak Ponpes berusaha secara dini memitigasi kondisi calon santri baru.

Sebagaimana disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Darmanto.

“Penerimaan santri baru di ponpes Kabupaten Pati ini sudah mulai, ada yang sejak April kemarin sudah mulai karena kaitannya asrama pondok, asramanya kadang ada beberapa madrasah terintegrasi sekolah formal. Dari MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), hingga MA (Madrasah Aliyah) awal dipilih dulu sesuai kriteria dan ketersediaan di asramanya,” ungkapnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Ponpes yang membuka pendaftaran sejak awal terintegrasi dengan pendidikan formal.

Mereka memiliki kurikulum dan kebijakan sendiri untuk menentukan kelayakan para santrinya.

“Untuk Ponpes tidak ada kriteria khusus, tidak ada ketentuan dari Kemenag. Ponpes sifatnya fleksibel karena kurikulumnya, pembelajarannya bergantung Ponpes masing-masing, kecuali Ponpes yang terintegrasi pendidikan formal lebih awal memitigasinya,” urainya.

Darmanto mengungkapkan Ponpes di Kabupaten Pati mengedepankan kriteria Ponpes ramah anak.

Meliputi sistem pengasuhan berbasis kasih sayang, perlindungan dari segala bentuk kekerasan atau diskriminasi, serta fasilitas yang mendukung tumbuh kembang fisik dan mental santri secara optimal.

Berdasarkan kriteria tersebut, para orang tua bisa memilih Ponpes tepat bagi sang anak.

“Kebutuhan santri beda-beda. Kami buat rambu-rambu kalau ada Ponpes ramah anak kami sampaikan ke kiai, nyai, pengawas. Kami sosialisasikan kriteria pondok pesantren ramah anak seperti kiai, sanat keilmuan, penanganan santrinya layak atau tidak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Beri Lampu Hijau Pembangunan RS Bhayangkara di Pati

Education Management Information System (EMIS) 4.0 mencatat data-data santri secara terkini.

Para operator sekolah mulai mengerjakan data-data siswa melalui EMIS 4.0, lantaran berkaitan dengan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Terdapat 290 Ponpes di Kabupaten Pati yang tercatat di dalam EMIS 4.0.

Darmanto mengatakan, Ponpes di Kabupaten Pati masih tinggi peminatnya, meski sempat mencuat kasus kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo.

Pasalnya, Kemenag Kabupaten Pati memberikan pembinaan secara masif pada Ponpes di seluruh Kabupaten Pati tanpa terkecuali.

Diterangkannya, proses pembelajaran di Ponpes mengutamakan pendidikan moral dan akhlak.

Sepulang sekolah formal, santri melangsungkan pendidikan di Ponpes pada siang, sore, malam, bahkan fajar menyingsing.

“Trennya masih sama karena memang orang tua sudah percaya dengan pondok, kebanyakan seperti itu. Diakui atau tidak pendidikan moral dan akhlak di Ponpes sejak pulang sekolah siang sampai subuh mereka terintegrasi dengan pendidikan akhlak di Ponpes, itu pertimbangan orang tua masih menyekolahkan di Ponpes,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini