Foto: Para orang tua mahasiswa penerima beasiswa meminta bantuan penyelesaian pencairan beasiswa Pemkab Pati kepada praktisi hukum, Deddy Gunawan (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Beasiswa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mahasiswa kurang mampu sudah tiga bulan tidak cair.
Akibatnya, ada satu penerima manfaat yang dikabarkan sampai putus kuliah.
Salah satu orang tua penerima beasiswa, Sutomo, mengungkapkan beasiswa yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan beberapa perusahaan itu sudah tidak cair sejak April 2026.
“Untuk saat ini, mulai dari April, Mei sampai Juni ini (beasiswa) belum ada cair,” ungkapnya saat ditemui, Kamis, 18 Juni 2026.
Cairnya beasiswa itu sangat dinantikan para orang tua dan mahasiswa untuk meringankan biaya kuliah.
Bahkan, beberapa anak sangat bergantung dengan bantuan pendidikan tersebut.
“Karena ini sangat membantu sekali. Kemarin juga posisi ekonomi juga masih semrawut, ya Pak, jadi bisa meringankan beban orang tua untuk membayar praktik-praktik atau di luar (perkuliahan),” tambahnya.
Warga Desa Panjunan itu menjelaskan, awalnya beasiswa itu menyasar 194 mahasiswa berprestasi dari kalangan kurang mampu.
Namun, dalam perjalananya, penerima manfaat berkurang 11 menjadi 183 mahasiswa.
Untuk nominalnya, bantuan Rp1 juta per bulan untuk mahasiswa kategori miskin, Rp1,5 juta per bulan bagi kategori miskin ekstrem, dan Rp2,5 juta per bulan untuk mahasiwa Fakultas Kedokteran.
Akibat berhentinya beasiswa ini, ia menerima laporan salah satu penerima manfaat sampai putus kuliah.
Mengingat, orang tua mahasiwa tersebut seorang petani yang penghasilannya tidak cukup untuk membiayai perkuliahannya.
“Ada salah satu anak, memang dia IQ-nya, kecedasannya juga mumpuni, tapi karena kondisi orang tuanya yang seorang petani, ini fix dia keluar putus kuliah,” beber Sutomo.
Ia sangat menyayangkan mandeknya beasiswa tersebut.
Pasalnya, sebagai orang tua mahasiwa penerima manfaat, bantuan tersebut sangat diperlukan.
“Makanya, kan sebisa mungkin kalau anak-anak yang benar-benar kualitasnya, IQ-nya lumayan, terus dia putus kuliah, kan ya eman-eman,” ungkapnya.
Pihak orang tua sebenarnya tidak tinggal diam dengan belum cairnya beasiswa tersebut.
Beberapa perwakilan orang tua juga sudah pernah menemui pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati untuk menanyakan kejelasan beasiswa tersebut.
Namun, mereka diminta menunggu dan bersabar.
“Ada satu, dua orang tua yang menanyakan ke pihak terkait (Disdikbud). Cuma jawabannya diminta menunggu sabar, sabar, dan sabar. Sabar dulu, baru diproses,” katanya.
Untuk meminta kejelasan pencairan tersebut, Sutomo dan orang tua lain berencana mengajukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra dan Disdikbud Kabupaten Pati.
“Makanya kita ada rencana untuk audiensi dengan pemerintah kabupaten terkait itu,” pungkasnya.
Saat dikonfirmasi, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pencairan beasiswa tersebut sudah berjalan.
Ia meminta awak media untuk mengonfirmasikan kejelasan tahapannya kepada Disdikbud Kabupaten Pati.
“Sudah berjalan. Coba tanya di Dinas Pendidikan,” jawabnya singkat lewat WhatsApp (WA).
Awak media lantas menghubungi Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, Sunarji terkait proses pencairan tersebut.
Ia mengatakan pencairan beasiswa tersebut baru diproses di perusahaan pemberi beasiswa.
“Baru masuk ke perusahaan,” jawab Narji melalui pesan singkat.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar