Foto: Ilustrasi jemaah haji Indonesia (Mondes/beritasatu.com) REMBANG – Mondes.co.id | Suasana duka menyelimuti kepulangan rombongan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 47.
Seorang jemaah haji asal Kabupaten Rembang dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit TNI AU (RSAU) dr. Siswanto, Colomadu, Karanganyar, pada Rabu (17/6/2026) malam.
Korban sebelumnya sempat tidak sadarkan diri sesaat setelah pesawat yang membawanya mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.
Pesawat yang mengangkut rombongan jemaah haji gabungan dari Kabupaten Rembang dan Kendal tersebut mendarat darurat sesuai jadwal pada pukul 19.45 WIB.
Namun, ketika hendak bersiap turun dari pesawat, korban mendadak tidak sadarkan diri, setelah sebelumnya mengeluhkan sesak napas yang hebat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, Ali Muchyidin, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut saat dihubungi oleh awak media melalui pesan singkat pada Kamis (18/6/2026).
”Jemaah haji yang wafat tadi malam atas nama Ibu Sudartik, warga Kecamatan Pamotan yang tergabung dalam kloter 47. Berdasarkan informasi dari tim dokter, saat pesawat mendarat (landing) tadi malam, almarhumah mengalami sesak napas,” ujar Ali yang saat dihubungi masih berada di Surakarta.
Ali menjelaskan, petugas kesehatan di lapangan telah melakukan tindakan medis darurat secara cepat.
Almarhumah segera dievakuasi menuju Klinik Kesehatan Embarkasi Solo untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum akhirnya dirujuk ke RSAU dr. Siswanto guna penanganan lebih intensif.
Namun, setelah sekitar 30 menit menjalani perawatan kedaruratan di rumah sakit, nyawa Sudartik tidak tertolong.
”Berdasarkan laporan medis yang kami terima, penyebab wafatnya almarhumah dipicu oleh serangan atau gangguan jantung. Pada malam itu juga, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka di wilayah Pamotan, Rembang, menggunakan ambulans,” tambahnya.
Menanggapi peristiwa duka ini, Ali Muchyidin menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam, baik atas nama pribadi maupun institusi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang.
”Kami dari jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, dan saya pribadi, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Sudartik. Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, kekuatan, serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkas Ali.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar