Foto: Rohmat, penjual peluit tradisional (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Peluit tradisional dengan ragam bunyi, masih eksis di wilayah Kabupaten Pati.
Tampak terlihat di sekolah-sekolah, Mbah Rohmat, penjual peluit tradisional itu menjajakannya setiap hari.
Bukan hanya di lingkungan sekolah, peluit dengan bunyi unik ini juga dijajakannya saat gelaran Car Free Day (CFD).
Peluit tradisionalnya berbahan dasar bambu yang dirangkai.
Pria paruh baya itu merancang alat musik tersebut dengan ide-ide cemerlang.
“Buatan sendiri. Menemukan ide ini setahun,” tuturnya kepada awak media, Selasa, 21 April 2026.
Alat yang kerap disebut peluit Jawa ini memang menarik karena cara memainkannya cukup rumit.
Yakni dengan ditiup sembari memainkan lidah sebagai teknik pemilihan jenis suaranya.
“Ada lima suara. Caranya ditiup, ditekan pakai teknik lidah. Bikinannya dari bambu ori,” ungkapnya.
Jenis bunyi yang dikeluarkan pun unik, ada yang menyerupai suara kambing, burung, ayam, bayi nangis, dan lain sebagainya.
Dijual dengan harga Rp10 ribu per buah.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar