Foto: Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan ke-78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar di Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Mondes/Istimewa) MAKASSAR — Mondes.co.id | Suasana Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, tampak lebih hidup dari biasanya.
Puluhan warga yang merupakan petani, ibu rumah tangga, hingga pemuda desa, berkumpul di salah satu titik kegiatan yang diprakarsai mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan ke-78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Agenda yang mereka hadiri bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah penyuluhan praktis tentang cara mengubah limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik berkualitas tinggi.
Kegiatan bertajuk “Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Ternak” ini menjadi salah satu program unggulan yang digagas mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar angkatan ke-78 selama masa pengabdian mereka di Desa Lompo Tengah.
Bukan tanpa alasan program ini dipilih, desa yang dikelilingi hamparan sawah dan peternakan ini, menyimpan potensi besar yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Melimpahnya kotoran ternak sapi, kambing, dan ayam yang setiap harinya hanya terbuang begitu saja, bahkan kerap mencemari lingkungan sekitar.
“Kami melihat ada paradoks yang terjadi di sini. Di satu sisi, petani mengeluarkan biaya besar untuk membeli pupuk kimia. Di sisi lain, bahan baku pupuk organik berkualitas tersedia berlimpah di kandang-kandang ternak mereka sendiri. Ini harus diputus mata rantainya,” ujar Ajmalunnas M selaku Koordinator Desa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan ke-78 Desa Lompo Tengah.
Dalam penyuluhan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut, para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis.
Mereka turun langsung mendampingi warga mempraktikkan proses pembuatan pupuk organik, mulai dari teknik pengomposan sederhana, penggunaan aktivator biologis, hingga cara pengemasan dan penyimpanan yang benar agar kualitas pupuk tetap terjaga.
Seluruh tahapan disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, disesuaikan dengan latar belakang warga setempat.
Lebih jauh, para mahasiswa juga menjelaskan keunggulan pupuk organik dibandingkan pupuk kimia sintetis.
Mulai dari aspek kesehatan tanah jangka panjang, keamanan pangan, hingga potensi ekonomi apabila diproduksi secara rutin dan dijual ke pasar.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga upaya serius membuka wawasan kewirausahaan berbasis sumber daya lokal bagi masyarakat desa.
Di sisi lain, para warga mengaku baru mengetahui bahwa kotoran ternak yang selama ini dianggap sampah, ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai jual.
Salah satu warga peserta menyampaikan rasa terima kasihnya dan berharap ilmu yang diperoleh bisa segera diterapkan di kebun dan lahan pertaniannya.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari aparatur desa setempat.
Pihak desa berharap ilmu yang telah ditanamkan oleh para mahasiswa KKN dapat terus dikembangkan, bahkan menjadi cikal bakal berdirinya kelompok tani organik yang mandiri di Desa Lompo Tengah ke depannya.
Program penyuluhan ini sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
UIN Alauddin Makassar melalui program KKN-nya berkomitmen untuk mengirimkan mahasiswa yang tidak hanya hadir secara fisik di desa, tetapi mampu meninggalkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi komunitas yang didampingi.
Dengan selesainya program penyuluhan ini, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar angkatan ke-78 telah membuktikan bahwa pengabdian nyata kepada masyarakat tidak membutuhkan teknologi canggih.
Cukup dengan kepedulian, ilmu yang tepat guna, dan keberanian untuk terjun langsung ke tengah kehidupan masyarakat desa.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar