Foto: Suro terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Sebuah kandang sederhana di Desa Banjar Agung, Jepara, terdapat seekor sapi jantan berbadan kekar tampak tenang mengunyah pakan berkualitas.
Namanya “Suro”, sapi jenis Limosin ini bukan sekadar ternak biasa.
Dengan bobot fantastis menembus angka 1 ton, Suro terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 Hijriah.
Bagi Hasan (48), sang pemilik, kabar terpilihnya Suro adalah buah manis dari kesabaran menahun.
Tiga tahun lalu, Hasan merogoh kocek Rp37 juta untuk membawa pulang Suro yang saat itu masih berupa bakalan sapi biasa.
Di tangan Hasan, Suro mendapatkan perawatan VIP.
Mulai dari pakan yang dijaga nutrisinya, hingga kebersihan kandang yang rutin diperhatikan.
Hasilnya luar biasa, sapi yang kini menginjak usia 4,5 tahun itu tumbuh menjadi raksasa, hingga memikat tim kepresidenan.
Menjadi incaran orang nomor satu di Indonesia, tentu melalui proses yang tidak instan.
Negosiasi berjalan cukup alot, keunggulan fisik Suro sempat membuat harga penawarannya meroket hingga Rp150 juta.
Sebelum akhirnya kedua belah pihak sepakat di angka Rp115 juta.
Namun bagi Hasan, ini bukan sekadar soal nominal rupiah.
Ada kebanggaan luar biasa ketika jerih payahnya selama bertahun-tahun diakui di tingkat nasional.
“Suro diperkirakan bisa menghasilkan daging bersih sekitar 450 hingga 500 kilogram, dengan persentase karkas mencapai 50 persen,” ujar Hasan bangga, Senin (18/5/2026).
Guna memastikan Suro layak menjadi kurban presiden, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP) Jepara turun tangan langsung melakukan pendampingan ketat.
Pemeriksaan kesehatan berkala dilakukan, demi memastikan Suro bebas penyakit dan memenuhi syariat Islam.
Demi menjaga higienitas dan keamanan, Suro dijadwalkan tidak disembelih di sembarang tempat.
Rencananya, prosesi pemotongan akan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Bangsri oleh tenaga jagal berpengalaman dan di bawah pengawasan ketat pihak berwenang.
Setelah itu, dagingnya akan langsung didistribusikan kepada masyarakat di sekitar Masjid Aliman, Kancilan, Jepara, serta warga yang berhak menerima.
Keberhasilan Suro menembus pasar kepresidenan, menjadi catatan emas bagi dunia peternakan Jepara.
Kepala DKPP Jepara, Mudhofir, menegaskan bahwa Suro adalah bukti nyata keberhasilan program Inseminasi Buatan (IB) alias kawin suntik yang digalakkan oleh para petugas di Jepara.
“Sapi Jepara terbukti berkualitas. Ini adalah tahun kedua berturut-turut Presiden membeli sapi kurban milik peternak Jepara dengan bobot di atas satu ton,” kata Mudhofir.
Mudhofir berharap, kisah sukses Hasan dan Suro bisa menular ke peternak-peternak lokal lainnya di Jepara.
Dengan ketekunan, pemilihan pakan yang tepat, dan pemanfaatan teknologi peternakan, peternak daerah terbukti mampu menghasilkan sapi unggulan yang bernilai ekonomi sangat tinggi.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar