Foto: Polsek Sukolilo melakukan pembinaan pemuda yang terlibat tawuran (Mondes/dok. Polsek Sukolilo) PATI – Mondes.co.id | Aksi tongtek menjelang sahur di wilayah Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, berujung perkelahian antar dukuh dan sempat viral di media sosial.
Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sukolilo bergerak cepat mengungkap kasus tersebut dan mengamankan sejumlah remaja yang terlibat.
Peristiwa tawuran terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 02.30 WIB di pertigaan Dukuh Tengahan, Desa Sukolilo.
Tawuran melibatkan gabungan pemuda Dukuh Misik dan Dukuh Tengahan melawan pemuda Dukuh Sanggrahan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, menjelaskan keributan dipicu kegiatan tongtek keliling menggunakan sound system yang melintas di wilayah Dukuh Sanggrahan.
Saat melintas di depan lapangan futsal setempat, terjadi aksi saling ejek yang berujung pelemparan batu antar kelompok.
“Awalnya rombongan tongtek melintas, kemudian terjadi provokasi hingga saling lempar batu. Situasi sempat memanas, namun dapat dibubarkan warga bersama petugas piket,” ujar AKP Sahlan, Senin, 23 Februari 2026 malam.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan empat unit sepeda motor, di antaranya Honda PCX, Honda Beat, Honda Mega Pro, dan satu motor tanpa pelat nomor, serta sejumlah batu yang digunakan saat tawuran.
Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolsek Sukolilo.
Berdasarkan keterangan saksi dan penelusuran di lapangan, kemarin dipimpin Kapolsek Sukolilo bersama Tim Unit Reskrim Polsek Sukolilo, berhasil mengidentifikasi dan mengamankan belasan remaja dari kedua kelompok.
Mayoritas yang terlibat masih berstatus pelajar.
Kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme restorative justice dengan melibatkan pemerintah desa, pihak sekolah, serta orang tua masing-masing remaja.
Para orang tua sepakat agar anak-anak mereka dibina dan tidak mengulangi perbuatannya.
Sebelumnya, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Sukolilo bersama pemerintah desa (Pemdes), tokoh agama, dan tokoh masyarakat telah menggelar rapat koordinasi terkait larangan tongtek dan penggunaan sound horeg yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami akan terus melakukan pembinaan guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan,” tegasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar