Sarat Kepentingan Politik, Proyek Jembatan Desa Karangwotan Dinilai Tak Tepat Sasaran

PATI–Mondes.co.id| Proyek pembangunan Jembatan yang terletak di Desa Karangwotan Kecamatan Pucakwangi sebagai penghubung desa dengan Desa Guyangan Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dinilai tidak tepat sasaran.

Proyek yang dikerjakan dan bersumber dari APBN tahun 2021, dengan nilai kontrak Rp 9 milyar lebih, untuk pembangunan jembatan gantung Desa Karangwotan dengan nilai sub pekerjaan sebesar Rp 2 milyar lebih, itu dikerjakan oleh PT Tanjung Lapan yang dimulai pekerjaan 14 Juni sampai 10 November 2021 atau 150 hari kerja.

Amatan media, Proyek pekerjaan yang baru berjalan 40 persen itu terlihat untuk pekerjaannya belum maksimal.

Hal itu terlihat dari pembangunan yang dikerjakan untuk pondasi jembatan yang dibangun baru dipasang besi cor. Sementara saluran air atau talud yang dibuat 1 paket belum diplester mengarah ke Desa Karangwotan. Hal ini dikawatirkan apabila terjadi hujan maka untuk bangunan yang dibuat bisa terjadi luntur atau roboh.

“Belum diplester mas, dan talud ini dibuat mengarah ke karangwotan,” ungkap warga yang melintas disekitar jembatan.

Selain itu, untuk pekerjaan jembatan itu diduga ada kepentingan politik. Hal itu terlihat dilokasi pembangunan jembatan nampak terpampang anggota DPR RI Komisi V Sudewo yang dipasang di barak, dan bertuliskan ucapan terima kasih atas dibangunnya jembatan gantung penghubung Desa Guyangan Kecamatan Winong dan Desa Karangwotan Kecamatan Pucakwangi.

“Kalau jembatan itu dulu saya yang buat proposal, tapi tidak tahu kenapa untuk titik koordinatnya dibangun di Desa Karangwotan, dan proposal juga yang bawa pak Sudewo, anggota DPR RI, namun ketika pembangunan dilaksanakan kenapa dibangun di karangwotan,” keluh Kades Guyangan Jakem, kepada media beberapa waktu lalu. Kamis, (30/9/2021).

Dirinya juga sudah berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak tekhnis, rekanan bahkan ke Sudewo, hanya saja hal itu tidak bisa dirubah, karena sesuai data di pusat, untuk pembangunan jembatan tetap ditempatkan di Desa Karangwotan.

“Katanya tidak bisa dirubah, karena titiknya tetap di Desa Karangwotan, padahal sesuai usulan saya kalau jembatan itu jadi, maka saya akan buka jalan desa, sebagai penghubung jembatan itu,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun media ini, Sudewo yang saat ini duduk di kursi legeslatif DPR RI, mempunyai kepentingan politik untuk maju mencalonkan diri sebagai Bupati Pati periode 2024 sampai 2029, menggantikan posisi Bupati Pati Haryanto yang masa jabatannya tinggal menghitung bulan.

Menanggapi hal itu, Sudewo sendiri ketika hendak dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya hanya bilang “Ok”, dirinya juga mengaku masih di jakarta, dan minggu depan baru akan pulang.

“Ok, saya masih di Jakarta, InsyaAllah minggu depan,” singkatnya.

Namun, dari hasil konfirmasi saat itu hingga sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan lagi dari Sudewo.

(Hdr/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.