Darurat Curhat ke AI, Pemprov Jateng Ajak Orang Tua Kembali ‘Ngerumpi’ dengan Anak

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 16:39 0 46 Dian A.

SEMARANG – Mondes.co.id | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk melakukan penguatan pembangunan keluarga di wilayahnya melalui berbagai program.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Hal itu dilakukan dengan mengimplemantasikan program prioritas nasional berupa Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Sebagai informasi, Bangga Kencana merupakan program nasional yang meliputi Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Super Apps.

Program Genting diimplementasikan melalui Penguatan Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga), advokasi dan ngopi penak (webinar seputar keluarga).

ketua pgri

Program Tamasya diimplementasikan melalui Kabupaten/kota Layak Anak, Forum Anak, SE Gubernur tentang Penyediaan Tempat Penitipan Anak Pekerja/Buruh No. 560/0002599 Tahun 2024, sekolah ramah anak, dan advokasi pengasuhan positif pada pengasuh daycare.

Sedangkan Program GATI didukung melalui Garpu Perak, SE Gubernur tentang Gerakan SatuJamku, Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) dan Kampanye He For She.

Pada program Sidaya, Pemprov Jateng memiliki terobosan Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Sedangkan program Super Apps diwujudkan dalam aplikasi berbasis internet.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mengatakan melalui Program Bangga Kencana, ia mengajak agar masyarakat kembali ke keluarga.

Sebab, saat ini banyak anak-anak ketika menghadapi masalah, justru curhat ke artificial intelligence (AI).

Sebagaimana disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang pada Selasa, 14 April 2026.

BACA JUGA :  Beginilah Jalannya Tradisi Larungan Kepala Kerbau di Jepara

“Ternyata banyak curhatnya ke temannya ke AI. Tidak ke keluarga, tidak ke bapak ibunya. Ini kita prihatin,” ucapnya.

Karenanya, rapat koordinasi tersebut dinilai strategis untuk menentukan langkah dalam membangun keluarga yang kuat, sejahtera, dan bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Pada momen tersebut, Sumarno mengajak keluarga untuk berkumpul, meletakkan gadget dan ngobrol bersama.

Hal itu sangat penting sebagai upaya membangun keluarga yang sehat.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi, mengatakan rakor ditujukan untuk mendorong implementasi program prioritas BKKBN, sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga.

“Kelima program prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah,” ujarnya.

Pada acara ini, Sumarno juga menyerahkan tiga penghargaan dalam program kependudukan dan keluarga yang diraih oleh Kota Surakarta dan Kabupaten Temanggung.

Serta, satu penghargaan kepada peserta terbaik program Tamsya dari Kabupaten Klaten.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini