Foto: Siswa asal Pati, Danish Bilal Firmansyah yang lolos ke Paskibraka tingkat Jateng 2026 saat sedang seleksi (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Danish Bilal Firmansyah, pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pati, lolos menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tahun 2026.
Pelajar yang kini duduk di bangku kelas X itu akan bertugas pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 17 Agustus 2026 mendatang.
Pelajar beralamat Perumahan Sukoharjo Indah (PSI), Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati itu memang menggeluti Pasukan Baris-Berbaris (PBB) sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Oleh sebab itu, ia berbakat dan mahir dalam setiap gerakan-gerakan.
“Untuk saat ini saya sibuk atau mengisi waktu saya dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra pada sekolah saya sendiri. Saya sendiri sudah menekuni atau mengenal dunia baris-berbaris sejak saya masih SMP, sejak itu saya mulai belajar lebih dalam lagi tentang baris-berbaris,” kata lelaki berusia 16 tahun itu kepada Mondes.co.id, Jumat, 29 Mei 2026.
Baginya, PBB memiliki aturan yang berlaku, agar baris-berbaris menjadi estetik.
“Saya suka dengan PBB, karena PBB sendiri dapat melatih fokus, pembentukan karakter dan juga disiplin. Pada PBB juga menonjolkan keindahan yang memperlihatkan kelompok atau beberapa orang bergerak dengan tempo, sudut langkah, dan ayunan tangan yang seirama,” jelasnya.
Ia terharu mampu lolos menjadi petugas Paskibraka tingkat Provinsi Jateng.
Dengan jerih payahnya, akhirnya terbayar lunas dengan raihan tersebut.
“Yang pasti saya merasa terharu, bersyukur, dan bangga pada diri saya karena smengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran selama latihan intensif. Ini bisa terbayar lunas dengan hasil yang saya harapkan,” ungkapnya.
Tahap seleksi dilaluinya dengan berat seperti halnya seleksi kepribadian.
Hal itu karena peserta harus memberikan jawaban yang jujur dengan mental yang kuat, bahkan ia sempat mengaku deg-degan kala melalui seleksi kepribadian ini.
“Menurut saya sendiri seleksi paling menantang selama ini yang saya takuti seleksi kepribadian karena di tahap ini kita diwawancarai langsung dan juga berbicara empat mata. Jika pada tahap ini salah menjawab atau terlibat gugup bisa menjadi fatal,” terangnya.
Usai seleksi kepribadian, dilanjut tahap pantukhir yang menjadi gerbang penentuan lolos atau gugur.
Dalam memaksimalkan waktu berlatih, ia berlatih fisik secara rutin.
Belajar untuk memperdalam wawasan kebangsaan juga dilakukannya agar bisa menguasai materi yang diujikan.
Tak jarang, ia juga selalu mencatat dan mengingat materi yang masih belum dipahami agar bisa jadi evaluasi pembelajaran.
“Saya sendiri selalu rutin dalam melakukan latihan fisik seperti setiap dua hari sekali untuk mengecek bagaimana progres saya selama latihan fisik ini. Bukan cuma fisik saja yang saya latih, tetapi saya juga giat dalam belajar wawasan kebangsaan, Pancasila ,dan berlatih soal-soal secara mandiri,” tuturnya.
Selain aktif di kegiatan PBB, ia juga aktif sebagai atlet atletik.
Prestasi di bidang baris-berbaris dan atletik mampu ia torehkan.
Perlombaan yang diikuti hingga meraih juara, mulai dari Juara Harapan 2 Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) Mutia Competition 2025.
Kemudian, Juara 3 Pekan Olahraga Pelajar Antar Daerah (Popda) tingkat Kabupaten Pati 2026 cabang olahraga (cabor) alteltik nomor perlombaan 400 meter.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar