Foto: Ribuan massa melakukan aksi damai yang berlangsung di Mapolresta Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggeruduk Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Pati.
Kedatangan mereka untuk mendesak mundurnya Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi dari jabatannya.
Ribuan massa datang menyuarakan segala isi hati dan aspirasinya dengan penuh emosional.
Berbagai kinerja Polresta Pati disorot, mulai dari dugaan keterlibatan Kombes Pol Jaka Wahyudi menerima dana dari Bupati Pati nonaktif Sudewo.
Kemudian, kasus-kasus yang menurut mereka kurang optimal ditangani kepolisian, seperti pengusutan pengeroyokan pemuda di Desa Talun yang belum tuntas.
Selanjutnya, pengambilalihan lapangan Desa Tambahmulyo oleh Polresta Pati.
Serta, penanganan kasus pembunuhan warga Desa Sukolilo yang belum tuntas.
Salah satu orator aksi, Kristoni Duha, berujar bahwa aksi ini terfokus di depan Mapolresta Pati.
Ia juga memastikan aksi berjalan damai.
“Aksi ini penuh untuk menyuarakan aspirasi seluruh warga Pati. Bukan hanya warga Pati dan AMPB saja, tapi juga warga luar Pati yang menyuarakan keadilan,” tegasnya di mobil komando, Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam aksi tersebut, pria dengan sapaan Toni, juga menyampaikan kegagalan kepolisian mengatur jalannya lalu lintas.
Ia menyayangkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pati tidak mengalihkan arus lalu lintas selama aksi berlangsung.
“Aksi ini sudah kita beri tahu jauh-jauh hari, tapi kenapa akses lalu lintas dibiarkan supaya macet? Ini sebagai cara Polresta Pati membenturkan masyarakat,” ungkapnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar