Foto: Bupati Witiarso Utomo saat mengunjungi produksi gula aren di wilayah Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Desa Tanjung di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, menyimpan potensi “manis” bernilai fantastis dari sektor produksi gula aren.
Tak tanggung-tanggung, jika dikelola dengan maksimal, omzet dari komoditas lokal ini ditaksir bisa mencapai Rp13 juta per hari.
Bupati Jepara Witiarso Utomo telah menyadari potensi besar tersebut.
Hal ini ditindaklanjuti dengan meresmikan rumah produksi gula aren milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati di Desa Tanjung.
Untuk pelestarian pohon aren, Bupati juga ikut menanam bibit pohon aren dan mencicipi langsung kesegaran nira murni dari desa tersebut.
Person in Charge (PIC) Kecamatan Pakis Aji, Arwin Noor Isdiyanto, memaparkan betapa besarnya peluang komoditas ini.
Namun sayangnya belum tergarap penuh akibat keterbatasan sarana produksi.
“Kita melihat ada potensi besar yang belum terserap maksimal. Saat ini, warga baru bisa mengolah sekitar 560 liter nira per hari,” ungkap Arwin, Rabu (13/5/2026).
Ia merinci, di Desa Tanjung terdapat 329 pohon aren produktif.
Dengan asumsi satu pohon mampu menghasilkan sekitar 10 liter nira, potensi produksi harian sebenarnya menembus angka 3.290 liter.
Karena keterbatasan alat masak dan produksi, masih ada sekitar 2.730 liter nira yang belum bisa diolah.
“Kalau seluruh potensi 3.290 liter nira itu dikelola dengan baik, sehari bisa menghasilkan sekitar 329 kilogram gula aren. Dengan harga pasar yang saat ini berkisar Rp40 ribu per kilogram, omzetnya bisa mencapai sekitar Rp13 juta per hari,” terangnya.
Menurut Arwin, angka belasan juta per hari ini sangat realistis dan bukan sekadar angan-angan, asalkan dukungan sarana dan prasarana (sarpras) produksi bagi para petani terpenuhi.
Merespons hal tersebut, Bupati Witiarso Utomo menegaskan komitmen pemerintah untuk menutup kesenjangan produksi tersebut.
Pemkab Jepara siap memberikan bantuan peralatan penunjang untuk memaksimalkan hasil olahan nira para petani.
“Di Desa Tanjung ini banyak pohon aren yang sangat bisa dimanfaatkan. Kita berikan peralatan penunjang untuk memaksimalkan olahannya. Ini bisa langsung berdampak pada peningkatan ekonomi warga Desa Tanjung yang gemah ripah loh jinawi,” ujar Witiarso.
Lebih lanjut, bupati menuturkan bahwa pengembangan gula aren di Desa Tanjung merupakan bagian dari rencana besar Pemerintah Kabupaten Jepara untuk menjadikan Kecamatan Pakis Aji sebagai pusat pariwisata dan perekonomian baru.
Ke depan, kawasan ini juga akan ditopang oleh berbagai program strategis seperti Desa Wisata Pandan Arum, Sekolah Rakyat, hingga Sirkuit Rakashima.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar