Limbah Dapur MBG Desa Jukung Dikeluhkan Warga, Pengelola Angkat Bicara

waktu baca 2 menit
Rabu, 13 Mei 2026 13:31 0 134 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Jukung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, kini tengah menjadi sorotan tajam.

Pasalnya, sistem pembuangan limbah dari aktivitas dapur tersebut, diduga mencemari lingkungan dan menimbulkan aroma tidak sedap yang menyengat hingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat jelas sebuah pipa paralon yang mengarah langsung ke selokan warga.

Kondisi air di selokan tersebut tampak berubah warna menjadi hitam pekat, yang diduga kuat merupakan akumulasi dari sisa pembuangan limbah domestik hasil aktivitas memasak skala besar di dapur tersebut.

Salah satu warga Desa Jukung berinisial DW, mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi lingkungan yang kian memburuk sejak adanya aktivitas pembuangan limbah tersebut.

Menurutnya, bau busuk yang muncul sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat cuaca panas.

“Limbah dari dapur MBG menimbulkan bau yang menyengat dan dibuang langsung ke selokan. Tak hanya itu, sebelum ini masalah parkir kendaraan operasional MBG juga sangat mengganggu aktivitas warga karena semrawut,” ungkap DW kepada awak media, Rabu (13/5/2026).

DW menambahkan, warga sebenarnya mendukung program pemerintah, namun ia meminta agar pihak pengelola tidak mengabaikan dampak lingkungan dan sosial terhadap masyarakat setempat.

Terkait masalah parkir, ia mengakui bahwa saat ini kondisinya sudah mulai tertata setelah adanya teguran dari warga.

“Setelah dikomplain, sekarang parkirnya sudah rapi. Tapi soal limbah ini serius, kalau masih begitu terus dan tidak ada perbaikan, kami (warga) akan mengadakan aksi demo,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kendaraan Angkutan Umum di Terminal Kembangjoyo Dipastikan Laik Jalan

Masyarakat Desa Jukung berharap pihak pengelola segera mengambil langkah teknis untuk memperbaiki sistem pembuangan limbah agar tidak mencemari selokan desa.

Serta menuntut adanya transparansi mengenai fungsi IPAL yang disebutkan, mengingat fakta di lapangan menunjukkan kondisi air yang menghitam dan berbau.

Pihak media Mondes.co.id pun melakukan konfirmasi kepada pengelola dapur MBG, Asrori, yang juga merupakan kader dari Partai Gerindra.

Saat dikonfirmasi, Asrori menjelaskan, secara prosedural dapur tersebut sebenarnya telah dilengkapi dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Namun, terkait temuan warga mengenai adanya pipa paralon yang membuang limbah langsung ke drainase umum hingga menyebabkan air menghitam, ia berjanji akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

“Tak kroscek dulu njih di lapangan, terima kasih masukannya,” ujar Asrori singkat melalui sambungan telepon.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindakan nyata dari pihak pengelola sebelum memutuskan langkah selanjutnya, termasuk rencana aksi protes yang telah disuarakan.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini