Air Laut Pasang, Permukiman di Desa Pantiharjo Rembang Terendam Banjir Rob

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 12:58 0 90 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Fenomena kenaikan tinggi muka air laut atau banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kabupaten Rembang.

Kali ini, dampak cukup parah terlihat di Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.

Berdasarkan laporan langsung dari warga setempat pada Sabtu, 6 Juni 2026, air laut yang pasang telah meluap hingga menggenangi akses jalan desa dan area permukiman.

​Pantauan warga di lokasi, menunjukkan luapan air rob setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa, memenuhi sepanjang gang-gang desa.

Kondisi ini menyulitkan mobilitas warga yang harus menerobos genangan air, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan sepeda motor.

Beberapa kendaraan roda dua milik warga yang terparkir di depan rumah, bahkan ikut terendam air laut yang dikenal korosif.

​Seorang warga yang mengabadikan momen tersebut, menyampaikan keluhannya yang ditujukan langsung kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, situasi ini kian memprihatinkan karena air tidak hanya menggenangi jalanan, melainkan sudah mulai merembes masuk ke dalam rumah-rumah warga.

​”Ini kondisi Desa Pantiharjo, Rembang, Kecamatan Kaliori. Mohon dibantu carikan solusi, Pak. Keadaan masyarakat di sekitar terdampak kenaikan air laut, sampai rumahnya kerendam dari dalam. Kondisinya sudah memprihatinkan, mohon dibantu agar ada pembangunan (tanggul/pemecah ombak),” ujar warga dalam rekaman video tersebut.

​Kondisi di bibir pantai Desa Pantiharjo memperlihatkan terjangan ombak yang langsung menghantam batas permukiman tanpa adanya pembatas yang memadai.

Struktur penahan daratan yang ada saat ini terlihat seadanya dan rawan terkikis jika ombak besar terus menerus datang.

BACA JUGA :  Jalan Pantura Pati-Juwana Kembali Lumpuh hingga Puluhan Kilometer 

​Masalah banjir rob di kawasan pesisir Kaliori memang memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rembang maupun dinas terkait.

Warga berharap, pemerintah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur pengaman pantai, seperti pembangunan tanggul laut (sea wall) atau pemecah gelombang (breakwater) yang permanen, guna meminimalisir dampak rob yang kerap berulang.

​Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Pantiharjo tetap waspada memantau pergerakan pasang surut air laut, sembari berharap adanya langkah tanggap darurat.

Serta diharapkan adanya solusi jangka panjang dari pihak berwenang agar aktivitas ekonomi, serta keseharian mereka tidak terus terganggu.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini