Permudah Akses di Pelosok, Kodim Rembang Resmikan dan Bangun Jembatan Bulan Ini

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 12:39 0 80 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Komando Distrik Militer (Kodim) 0720/Rembang terus berkomitmen mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan melalui program pembangunan dan renovasi jembatan.

Langkah strategis ini diambil guna membuka aksesibilitas wilayah terisolasi, serta memperlancar mobilitas warga di perbatasan kabupaten.

​Komandan Kodim (Dandim) 0720/Rembang, Letkol Arm Winner, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek jembatan ini didasarkan pada instruksi komando atas untuk membantu pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.

Saat ini, beberapa titik pembangunan telah rampung dikerjakan dan sebagian lainnya tengah memasuki tahapan perencanaan, serta penyelesaian akhir.

​Letkol Arm Winner, memaparkan beberapa proyek jembatan yang telah berhasil diselesaikan oleh jajaran personel Kodim Rembang.

Jembatan yang telah rampung 100 persen, di antaranya adalah jembatan gantung di Dukuh Semen.

Selain itu, terdapat dua infrastruktur lain yang telah selesai dibangun, namun masih menunggu agenda peresmian.

Di antaranya yaitu jembatan beton sepanjang 6 meter di Kasreman (Kecamatan Rembang Kota) dan jembatan tipe Aramco sepanjang 3 meter di Kecamatan Bulu.

​”Saat ini kami juga sedang melaksanakan pembangunan di Desa Sekarsari, tepatnya di Dukuh Kandang Sapi. Sementara untuk rencana ke depan, target pembangunan akan diarahkan ke Desa Jatiadi, Kecamatan Sumber,” jelas Letkol Arm Winner, Sabtu (6/6/2026).

Mengenai spesifikasi panjang jembatan, tipe gantung bervariasi antara 50 hingga 60 meter.

Kemudian, jembatan Aramco 3 meter, konstruksi bawahnya mengoptimalkan penggunaan pipa besi berukuran besar.

Sedangkan, jembatan di Kasreman menggunakan konstruksi beton murni sepanjang 6 meter.

​Terkait dinamika waktu pengerjaan yang dinilai berbeda dari proyek sebelumnya, Dandim menegaskan bahwa secara teknis tidak ada kendala berarti di lapangan.

BACA JUGA :  Disparbud Mulai Uji Coba Tiket Elektronik di Objek Wisata Jepara

Hal tersebut murni disebabkan adanya penyesuaian prototipe desain bangunan dari Pusat Angkatan Darat.

​Sebagai contoh, jembatan gantung di Dukuh Semen menggunakan desain model menara kaki empat.

Sedangkan jembatan di Dukuh Kandang Sapi mengadopsi struktur berbentuk huruf ‘H’ jika dilihat dari samping.

Desain terbaru dari Pusat ini dinilai lebih ramping (slim), memiliki daya tahan yang lebih awet, serta proses perakitannya jauh lebih cepat.

​Selain perubahan struktur, Kodim Rembang juga melakukan penyesuaian lebar jembatan dari yang semula berukuran standardisasi pejalan kaki 120 sentimeter, menjadi 150 sentimeter.

Langkah ini diambil, guna mengakomodasi aspirasi masyarakat agar jembatan tersebut dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua (sepeda motor).

​Letkol Arm Winner, menekankan bahwa target pembangunan jembatan tahun ini bersifat fleksibel.

Pihak TNI membuka ruang koordinasi yang luas bagi jajaran pemerintah desa maupun masyarakat Kabupaten Rembang yang wilayahnya membutuhkan intervensi pembangunan akses penyeberangan.

​”Kami sifatnya fleksibel. Bagi desa yang membutuhkan jembatan beton, jembatan gantung, Aramco, maupun jembatan Bailey, silakan mengajukan permohonan ke Kodim Rembang. Kami akan melakukan peninjauan lapangan (survey) untuk selanjutnya diusulkan ke Markas Besar Angkatan Darat guna mendapatkan dukungan anggaran,” tambahnya.

​Jika tidak ada arah melintang, peresmian seluruh jembatan baru di wilayah teritorial Kodim 0720/Rembang ini direncanakan akan digelar secara serentak pada bulan ini.

Kodim Rembang tengah melakukan koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk menyelaraskan jadwal kesediaan Bupati dalam meresmikan proyek fasilitas publik tersebut.

​Keberadaan jembatan-jembatan ini dinilai sangat vital, lantaran mayoritas berfungsi sebagai konektivitas utama di atas aliran sungai yang memisahkan wilayah pedesaan.

Bahkan, menjadi jalur penghubung strategis antar kabupaten, yakni antara Kabupaten Rembang dengan Kecamatan Jaken di Kabupaten Pati.

BACA JUGA :  Warga Guwo Demo Lagi, Minta Bupati Pati Beri Sanksi Perangkat Desa Pelaku Perselingkuhan

​Menutup keterangannya, Dandim 0720/Rembang berharap proyek infrastruktur negara ini dapat memberikan dampak masif terhadap aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

​”Harapan utama kami adalah jembatan ini bisa mempermudah mobilitas anak-anak sekolah dan warga yang selama ini terhambat oleh bentang sungai atau jurang yang dalam. Dengan konektivitas yang aman, kami ingin memastikan kehadiran negara melalui TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan,” pungkas Letkol Arm Winner.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini