Foto: Kantor Mal Pelayanan Publik Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Masyarakat Kabupaten Rembang kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Pati atau Blora hanya untuk mengurus paspor.
Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Rembang resmi menghadirkan Unit Layanan Imigrasi, sebuah terobosan yang menjadi jawaban atas kendala administratif maupun jarak yang selama ini dikeluhkan warga.
Hadirnya layanan ini diharapkan menjadi solusi konkret, terutama bagi mereka yang sering mengalami kesulitan teknis saat menggunakan aplikasi M-Paspor atau terkendala biaya transportasi ke kantor imigrasi induk.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, menegaskan bahwa kehadiran unit ini adalah upaya jemput bola pemerintah untuk memfasilitasi tingginya mobilitas warga Rembang ke luar negeri.
“Secara teknis, ini adalah perpanjangan tangan kantor imigrasi. Tujuannya jelas, agar warga Rembang cukup dilayani di sini, di rumah sendiri. Tidak perlu jauh-jauh lagi,” ujar Dwi, Sabtu (28/2/2026).
Meskipun sarana pendukung masih terus dikembangkan, Dwi memastikan operasional tetap berjalan optimal.
Layanan yang tersedia mencakup pengurusan paspor untuk perjalanan ibadah (Haji dan Umrah), Pekerja Migran Indonesia (PMI), Keperluan Wisata dan Bisnis.
Respons positif langsung mengalir, terutama dari sektor perbankan syariah dan biro perjalanan umrah.
Mengingat, antusiasme masyarakat Rembang untuk beribadah ke Tanah Suci sangat tinggi, keberadaan kantor imigrasi di MPP dinilai sangat strategis.
Tak hanya soal ibadah, layanan ini juga menjadi garda depan dalam mengedukasi calon Pekerja Migran Indonesia.
Ke depannya, akan dilakukan pemetaan wilayah dengan basis pekerja luar negeri yang besar, guna memberikan sosialisasi terkait prosedur keimigrasian yang legal dan aman.
Manfaat nyata langsung dirasakan oleh warga.
Okta Nugrahandini, salah satu warga Rembang, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan ini.
“Sekarang jauh lebih praktis. Mau urus paspor untuk haji atau umrah tidak perlu alokasi waktu seharian ke luar kota. Lebih hemat ongkos dan tenaga,” ungkapnya dengan nada lega.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar