Foto: Pentas wayang topeng Soneyan di acara sedekah bumi (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Sedekah bumi Dukuh Kedungpanjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati telah berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026.
Sedekah bumi desa tersebut selalu khas dengan pentas tradisional wayang topeng.
Perlu diketahui, wayang topeng menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Desa Soneyan yang tercatat di UNESCO.
Warisan budaya ini bahkan sudah ada sejak zaman kolonial.
“Sejak 1600-an sudah ada wayang topeng di Kedungpanjang, sudah diakui UNESCO sebagai WBTB pada 2021. Syarat wajib sedekah bumi setiap tahun harus ditampilkan,” kata Kepala Desa (Kades) Soneyan, Margi Siswanto kepada awak media, baru-baru ini.
Dijelaskannya jika wayang topeng Desa Soneyan memuat makna bersyukurnya manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah dianugerahkan.
Pada setiap tampilannya, tema “Among Tani” menjadi andalan pentas wayang topeng.
“Wayang topeng bentuk bersyukur kepada Allah SWT. Perannya ‘Among Tani’,” ucap Margi.
Ia mengatakan, wayang topeng ini dimainkan oleh para lakon dan diiringi dengan gamelan, serta dipandu oleh dalang.
Cara memakai topeng oleh para lakon pun terkesan unik.
“Topengnya digigit, tanpa tali. Topeng ini asli dari leluhur biasa ditampilkan,” ungkapnya.
Margi menyebut, ada 35 koleksi topeng pada kelompok kesenian wayang topeng di Desa Soneyan.
Biasa dimainkan oleh orang dewasa dan anak-anak asal kampung tersebut.
“Ada 35 topeng, perannya ‘Among Tani’. Para pemainnya ini 100 persen orang Kedungpanjang, pemain yang nanti malam anak-anak usia sekolah,” ujarnya.
Sebagai informasi, sanggar wayang topeng Desa Soneyan melangsungkan latihan rutin bagi para pemain setiap Sabtu malam.
Pentas wayang ini juga kerap mengisi acara-acara seni maupun karnaval di Kabupaten Pati.
“Setiap malam Minggu ada latihannya tari wayang topeng. Wayang topeng biasa tampil di Hari Jadi Pati,” sebutnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar