Warga Desa Tlogosari Mengaku Tolak Kehadiran Kiai Ashari Sejak 1995

waktu baca 2 menit
Sabtu, 2 Mei 2026 17:26 0 46 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Tokoh pemuda Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Ahmad Nawawi, menuturkan jika sosok Ashari sudah lama meresahkan masyarakat setempat.

Banyak kejanggalan yang diperbuat oleh orang yang mengaku kiai itu, apalagi atas nama agama Islam.

Ia menyayangkan Ashari bertindak kejahatan atas nama agama, sehingga merusak citra Islam di mata publik.

Bahkan, tindakannya itu sempat dilindungi oleh sejumlah oknum dengan melakukan pengancaman terhadap siapa pun yang menentangnya.

“Kami merasa resah yang bersangkutan mengatasnamakan agama dan merusak citra pesantren, khususnya NU (Nahdlatul Ulama) dan Desa Tlogosari. Banyak ancaman dari pihak terkait khususnya pengasuh, bahkan tersangka mengancam balik dengan fitnah,” ungkap Nawawi kepada awak media, Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurutnya, sosok Ashari sudah lama tak diterima masyarakat setempat.

Bahkan, sejak 1995 Ashari sudah banyak melakukan tindakan melenceng dari ajaran agama.

“Sosok Ashari sudah lama tidak diterima masyarakat sini sendiri, simpatisannya banyak dari luar, bukan masyarakat sini. Dia punya dekengan (pihak pelindung), sehingga orang yang melapor tidak berani melanjutkan ketika ada kasus,” ujarnya.

Berpuluh-puluh tahun Ashari bertindak jauh dari syariat Islam.

Bahkan, disebutkan berbagai tindak kejahatan dilakukannya.

“Sudah ada sejak dulu penyimpangannya berlanjut sampai hari ini. Ada penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) mengawal kasus pelecehan seksual yang dialami santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) wilayah Kabupaten Pati.

Berdasarkan keterangan, dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi di Ponpes Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

BACA JUGA :  Satu-satunya di Indonesia, NPCI Jateng Kini Miliki Asrama Atlet Sendiri

Aspirasi pun lantas mengawal kasus ini dengan mengomando massa desa setempat yang geram oleh aksi bejat pelaku.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini