Foto: Suasana sound horeg pentas di Desa Cabak (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Sejumlah video menunjukkan truk bermuatan sound horeg di Kabupaten Pati tak kuat melewati tanjakan, viral di jagat maya.
Berdasarkan video yang beredar, terlihat truk dengan muatan sound mencoba menaiki tanjakan.
Namun selang beberapa saat, truk tersebut tak kuat menanjak.
Sejumlah kru yang awalnya berada di atas pun akhirnya nekat melompat untuk menyelamatkan diri.
Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, memaparkan kronologi kejadian.
Awalnya, sekitar tiga truk mencoba melewati tanjakan, dua truk yang juga mengangkat sound horeg berhasil lewat.
Namun, tiba-tiba truk ketiga tak kuat hingga mundur.
“Acara selesai, langsung rombongan pulang. Kemudian sampai di Suwatu mungkin lelah. kru pada naik semua, terus naik truk semua. sampai tanjakan kan kuat tapi jomplang. Akhirnya plorot. Truk di depannya naik semua tidak ada masalah. Yang lewat situ ada tiga truk. dua truk tidak ada masalah,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin, 20 April 2026.
Berdasarkan narasi yang tersebar di media sosial, dua motor menjadi korban lantaran terkena bak truk yang tak kuat menanjak.
Namun, AKP Mujahid menampik dan menyatakan tak ada korban jiwa.
“Jadi ndak ada korban jiwa. Ndak ada motor yang terkena. itu langsung ke samping ketepian. Ndak tahu banyak massa di belakangnya. Untungnya mundurnya langsung kena got. Jadi langsung berhenti,” ujarnya.
Sementara, nasib truk akhirnya bisa diangkat dari got setelah evakuasi dari warga dan petugas keamanan.
Sebelum evakuasi, sound horeg dipindah terlebih dahulu ke truk lainnya.
Selang beberapa waktu, akhirnya truk bisa dievakuasi.
“Tidak ada korban. Pengunjung pun tidak ada. Evakuasi dipindah soundtrack ke truk lain, akhirnya bisa naik,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengutamakan keselamatan.
Pihaknya tak melarang karnaval dengan menggunakan sound, namun dengan catatan perlu kehati-hatian ekstra.
“Sebenarnya silahkan aja. Kita imbau kepada masyarakat. Meskipun hiburan, jaga keamanan, kru ya hati-hati. Apalagi medan di Tlogowungu kan naik turun,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar